Auditorium, BERITA UIN Online – Ratusan mahasiswa UIN Jakarta mendeklarasikan diri sebagai generasi millenial yang siap menjadi pelopor ketertiban berlalu lintas di jalan raya. Mereka juga siap menjadi relawan dan agen perubahan sosial guna mewujudkan zero accident.

Deklarasi ketertiban berlalu lintas dilakukan seusai Dialog Lintas Millenial Road Safety Festival bertajuk “Generasi Millenial sebagai Agen Perubahan dalam Mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas” di Auditorium Harun Nasution, Selasa (5/3/2019).

Dialog yang digelar atas kerja sama UIN Jakarta dan Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) tersebut menghadirkan narasumber Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusuf, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Danang Parikesit, dan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Bursah Zarnubi.

Deklarasi dibacakan secara simbolis oleh 20 orang perwakilan dari tiga komponen mahasiswa, yaitu Pramuka, Resimen Mahasiswa, dan peserta penerima beasiswa Bidikmisi. Deklarasi juga disaksikan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Yusuf dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Masri Mansoer.

Ada tiga poin penting yang dideklarasikan para mahasiswa. Pertama, sebagai generasi millenial, mahasiswa menyatakan akan peduli terhadap keselamatan berlalu lintas; Kedua, mendukung penuh Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas; Ketiga, siap menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.

Sebelumnya, Kombes Yusuf mengatakan, peran mahasiswa dan kampus sangat penting sebagai agen perubahan sosial. Dalam hal ini, mahasiswa dan kampus, misalnya, dapat membentuk kawasan tertib berlalu lintas di lingkungan kampus. Selain itu, kampus juga dapat membentuk komunitas pelopor keselamatan berlalu lintas.

“Saya berharap mahasiswa sebagai generasi millenial dapat menjadi pelopor ketertiban berlalu lintas tersebut,” katanya.

Berdasarkan data Ditlantas Polda Metro Jaya, ungkap Yusuf, angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) belakangan ini terbilang cukup tinggi. Data laka lantas tahun 2018 misalnya, tercatat ada sedikitnya 6.931 korban. Dari jumlah tersebut, sebanyak 59 persen (4.071 korban) dari kalangan generasi millenial dengan rentang usia antara 21-39 tahun.

Sedangkan dari sisi pelaku, tercatat ada 4.483 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 64 persen (2.864 pelaku) bersumber dari generasi millenial.

“Karena itulah menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap budaya tertib berlalu lintas menjadi penting, terutama bagi kalangan mahasiswa dan pelajar yang rentan terhadap kecelakaan,” ujarnya. (ns)

Share This