Gedung Rektorat, BERITA UIN Online— Mahasiswa UIN Jakarta kembali mencatatkan prestasi membanggakan di level internasional. Mawardi Pohan, mahasiswa Jurusan Perbandingan Mazhab FSH UIN Jakarta, terpilih mengikuti pameran International Islamic Art Virtual Exhibition sepanjang 17 Oktober hingga 17 November 2021.

Mahasiswa semester tujuh ini bergabung bersama 174 seniman dari 26 negara seperti India, Malaysia, Mesir, Austria, Inggris, China, Macedonia, Yaman, Jepang dan lainnya. Pameran bertajuk ‘The Power of Ka’bah Islamic Art Virtual Exhibition’ ini digelar Islamic Art Exhibition (IAE) bekerjasama dengan Jakarta Islamic Center (JIC).

Pada pameran ini, mahasiswa asal Tanah Rencong Aceh ini mengirimkan karya terbaiknya berupa karya kaligrafi berjudul ‘Magnet Rezeki’ (2021). Karya kaligrafi lafaz Allah dengan gambar Ka’bah dan ilustrasi koran ini dibuat dengan cat acrylic di media kanvas ukuran 115 cm X 150 cm.

Mawardi menuturkan, karya ini dibuat jauh-jauh hari dengan simbolisasi makna di baliknya. “Karya ini terlihat begitu unik dengan filosofi tersendiri dalam setiap detail ornamennya,” ungkapnya.

Pada karya itu, Lafaz Allah ditulis dominan. Lalu, di bawahnya tersusun gambar Ka’bah yang membawahi ilustrasi koran berlafaz Laa Haula wa Laa Quwwata Illa Billah dengan taburan uang. Seluruhnya tersusun dalam media berlatar warna merah.

Mawardi menuturkan, media koran dengan deret baris dan kolom berita melambangan media perekam sejarah berupa. Lambang Ka’bah di atasnya menjadi penanda bahwa  ka’bah adalah  salah satu sejarah dunia.

Lalu taburan uang menggambarkan salah satu  syarat untuk melaksanakan ibadah  haji ialah mampu dalam finansial. Latar belakang bernuansa merah dalam medianya menggambarkan semangat dan gairah umat Islam dalam beribadah haji.

Selanjutnya, lafaz Laa haula Walaa Quwwata Illa Billaah mensimbolkan kekuatan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Sedang lafaz Allah yang dominan menggambarkan bahwa pengetahuan dan berbagai keajaiban dunia bersumber dari Allah.

Keterpilihannya sendiri dalam pameran skala internasional dan kemampuannya menulis kaligrafi diakui Mawardi tidak diperoleh secara mudah. Ia melatih kemampuan ini sejak masih sekolah di Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darul Muta’alimin, Tanah Merah, Gunung Meriah, Aceh Singkil, Daerah Istimewa Aceh.

Secara rutin ia juga mengikuti berbagai lomba dan pameran. Diantaranya, mewakili Kabupaten Aceh Singkil pada MTQ tingkat Provinsi Aceh di Aceh Timur dalam cabang Musabaqah Khattil  Quran kategori kontemporer. Lalu, mewakili Kabupaten Sorong Selatan pada MTQ tingkat Provinsi Papua Barat dalam Musabaqah Khattil  Quran kategori kontemporer.

Selanjutnya, ia juga diminta mewakili MTQ tingkat Provinsi DKI dalam cabang kaligrafi kontemporer. Ia juga pernah dipercaya mewakili mahasiswa UIN Jakarta pada ajang Festival Generasi Qurani Nasional cabang kaligrafi kontemporer di Universitas Negri Malang.

Kuliah di Jurusan Perbandingan Mazhab yang fokus pada kajian pembelajaran Syariah dan hukum tidak menyurutkan niatnya menggeluti Seni kaligrafi kontemporer. Ia bekerja keras dan terus memotivasi diri sehingga bisa mencatatkan prestasi lebih baik lagi.

“Seperti pesan Abuya Syekh H. Bahauddin Tawar dalam syairny, Jangan surut di tengah jalan walaupun penuh dengan rintangan. Harapan saya kedapannya semoga bisa lebih berkembang lagi, sukses, dan lebih semangat dalam berkarya,”  pungkasnya. (zm)

Share This