Tangerang, BERITA UIN Online – Di saat musim kemarau, tanaman hidroponik sebenarnya bisa jadi alternatif warga untuk menanam pohon. Selain praktis, hasilnya pun tak kalah subur dengan menanam di atas tanah. Hal itu pula yang dilakukan kelompok mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) 177 UIN Jakarta di Pondok Kelor, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Banten.

Untuk memotivasi dan menginspirasi warga, para peserta KKN di desa tersebut membuat tanaman hidroponik dengan media tanam paralon. Gagasan itu muncul setelah melihat warga kesulitan menanam pohon lantaran musim kemarau. Sebab, untuk menanam di tanah, dibutuhkan air yang cukup banyak agar tanaman dapat tumbuh subur.

Tanaman hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik tersebut lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah.

“Gagasan membuat tanaman hidroponik ini muncul setelah warga kesulitan menanam pohon di musim kemarau. Nah, agar mereka tetap dapat menanam pohon cepat panen, kami pun berinisiatif membuat dan mengajarkannya kepada mereka,” kata Revo Yulianggara, salah satu peserta KKN yang sekaligus memimpin pembuatan tanaman tersebut.

Praktik membuat tanaman hidroponik dilakukan para peserta KKN pada Rabu (21/8/2019). Pembuatannya dilakukan di kebun percontohan yang dihadiri Kepala Desa Pondok Kelor, Junaedi, Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Sepatan Timur, Haerudin, dan sejumlah warga.

Menurut Kasi Pemberdayaan Masyarakat Haerudin, gagasan mahasiswa membuat tanaman hidroponik dinilai tepat. Sebab, hal itu berbarengan dengan program Bina Wilayah kecamatan, seperti dalam pembuatan tanaman apotek hidup dan buah-buahan.

“Kegiatan (pembuatan tanaman hidroponik) ini sangat tepat. Apalagi di Kecamatan Sepatan Timur, khususnya di Desa Pondok Kelor, masih jarang warga yang memanfaatkan pekarangan rumah untuk membuat tanaman hidroponik,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Desa Pondok Kelor Junaedi. Ia turut mengapresiasi kegiatan mahasiswa KKN UIN Jakarta di desanya, apalagi salah satu programnya berkaitan dengan program pertanian.

Menurut Junaedi, Desa Pondok Kelor saat ini telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang sebagai desa agropolitan. Karena itu program mahasiswa tersebut sangat tepat dalam upaya mewujudkan desa agropolitan ini.

“Untuk menyiapkan sebagai desa agropolitan, kami pun sudah mengadakan studi banding ke Garut. Sekarang tinggal melanjutkan dengan anggota kelompok tani di desa ini,” katanya.

Pembuatan tanaman hidroponik itu sendiri disampaikan oleh salah satu peserta KKN Bani Muamar. Peserta yang hadir berasal dari berbagai kalangan, di antaranya dari Gabungan Kelompok Tani, Karang Taruna, dan perangkat Desa Pondok Kelor.

Seusai diberikan teori, para peserta kemudian diajak berpraktik dengan memanfaatkan media tanam dari paralon. “Membuatnya cukup mudah. Bisa dilakukan oleh siapa saja,” ujar Bani Muamar. (ns/mohamad hafiz)

Share This