Gd. Rektorat, BERITA UIN Online— Rektor UIN Jakarta, Prof. Dr. Hj. Amany Burhanuddin Lubis MA, meminta Program Studi dan Fakultas meningkatkan keberadaan mahasiswa asing yang belajar di UIN Jakarya. Selain menjadi salah satu Indikator Kinerja Utama (IKU), keberadaan mahasiswa asing yang belajar di UIN Jakarta menjadi kontribusi perguruan tinggi ini dalam membantu masyarakat dunia maupun komunitas muslim berbagai negara.

Demikian disampaikan Rektor saat membuka Rapat Pimpinan UIN Jakarta di Ruang Sidang Utama, lantai dua Gd. Rektorat, Rabu (16/01/2019). Rapat pimpinan diikuti para wakil rektor, dekan, ketua lembaga, kepala pusat, dan kepala bagian.

Rektor menuturkan, sesaat setelah dirinya dilantik menjadi Rektor UIN Jakarta periode 2019-2023, salah satu amanat penting yang diterimanya adalah meningkatkan jumlah mahasiswa asing yang belajar di UIN Jakarta. Keberadaannya dalam rasio 5 persen terhadap total mahasiswa belajar di setiap Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) seperti UIN Jakarta.

Selain peningkatan publikasi karya ilmiah, sambungnya, keberadaan mahasiswa asing merupakan indikator kinerja yang membuktikan keberhasilan pendidikan UIN Jakarta. Lainnya, keberadaan mahasiswa asing dari berbagai negara yang belajar di UIN Jakarta merupakan bukti penting kontribusi UIN Jakarta dalam membangun kehidupan umat manusia, terutama komunitas Muslim dunia.

“Karena itu, jumlah mahasiswa asing di setiap prodi fakultas harus ditingkatkan. Tidak apa-apa, apakah mereka berasal dari Afrika, Timur Tengah, maupun lainnya, karena ini bentuk kontribusi kita bagi masyarakat negara-negara yang membutuhkan,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Kerjasama UIN Jakarta, Prof. Dr. Murodi MA, UIN Jakarta sendiri siap memfasilitasi prodi yang ingin menarik jumlah mahasiswa asing. Hal ini karena Gedung Asrama Mahasiswa Asing UIN Jakarta sendiri sudah dalam tahap finalisasi. “Jadi setelah dormitory ini selesai, mahasiswa asing yang masuk di tahun ajaran 2019/2020 bisa menempati gedung tersebut,” ungkapnya.

Hingga akhir 2018, sambung Guru Besar Sejarah Kebudayaan Islam ini, jumlah mahasiswa asing yang belajar di UIN Jakarta mencapai angka 300-an. Mahasiswa asal berbagai negara Afrika, Timur Tengah, Asia, Eropa, dan Amerika ini belajar di berbagai prodi dan jenjang pendidikan dengan beasiswa Kementerian Agama dan Rektor UIN Jakarta. (zae)

Share This