Gedung FITK, BERITA UIN Online– Dede Munandar MPd, lulusan magister terbaik UIN Jakarta berpulang ke rahmatullah semalam (10/4/2019). Kabar diterima BERITA UIN Online pada pagi ini dari pegawai Magister FITK Muslikh Amrullah MPd melalui pesan singkatnya, Kamis (11/4/2019).

Diketahui Dede yang diwisuda pada Sabtu 23 Februari 2019 itu terpilih sebagai Lulusan Terbaik Magister Manajemen Pendidikan Islam (MMPI) FITK dan lulusan terbaik Magister UIN Jakarta Wisuda ke-111 dan mendapatkan sertifikat penghargaan dari Rektor UIN Jakarta.

Almarhum yang pada 2014 sudah ditinggal terlebih dahulu oleh sang istri itu memberi judul tesisnya Program Pengawasan Kepala Sekolah Terhadap Rohani Islam (Rohis); Studi Kasus di SMK al-Amanah Kota Tangerang Selatan. Tesisnya diujikan pada 29 Juni 2018 dengan IPK Yudisium 4.00 Cum Laude (Dengan Pujian).

Saat pelaksanaan wisuda (23/2/2019), profil Dede sempat dibacakan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Dr Zulkifli MA di hadapan para Guru Besar, para Dekan Fakultas, para wisudawan, para wali mahasiswa, dan tamu undangan.

Dalam profilnya, Dede menulis:

Terpilih Jadi Tim Penulis Buku

Harta yang paling berharga adalah keluarga. Aku sepakat dengan penggalan lirik tersebut. Aku anak ketiga dari empat bersaudara, yang lahir dan dibesarkan di tengah keluarga berpendidikan “pas-pasan”, di desa Cicayur 1, Pagedangan, Tangerang.

Ayahku wiraswasta, sedang ibuku sebagai Ibu Rumah Tangga yang selalu sabar dan ikhlas mendidik juga mendengarkan keluh kesah putra-putrinya.

Pengalaman yang paling berkesan selama kuliah di kampus ini, yaitu ketika aku terpilih sebagai tim penulis buku salah satu dosen. Di sana aku mendapatkan banyak ilmu, terutama tentang teknis penulisan dan penelitian. Bertambah kebahagiaanku, ketika buku tersebut terbit dan namaku tercantum di dalamnya. Mantuull deh pokoknya…!!!

Hari ini, izinkan aku mengucapkan terima kasih kepada seluruh sivitas akademik UIN Jakarta dan keluarga, lebih khusus kepada Mamah dan Bapak.

Toga yang dipakai saat ini, Dede persembahkan buat kalian semua…

Sementara itu, sebelum berpulang, saat dia berada di Bangkok Thailand dalam kegiatan Studi Banding pada 26/2/2019, di dinding FB Dede sempat menulis:

Wat Pho, Wat Arum, dan Chulalongkron University akhirnya menjadi sejarah tempat yang pernah dikunjungi, dan setiap tempat pasti mempunyai kisah yang kelak akan diceritakan kembali pada masa yang berbeda. Kemana pun bertualang serta jauhnya jarak, tetap saja tanah air akan menjadi tujuan utama pulang.

Dia juga sempat berkomentar terkait pilpres 2019 ini dengan menulis, “Untuk pemilu tahun ini saya memilih golput.”

Mendengar kabar berpulangnya guru MIN 3 Tangerang dan konsultan pendidikan beberapa sekolah ini, ucapan bela sungkawa berdatangan di dinding FB Dedemunandar dari para sahabat, murid, dan dosennya.

“Innalillahi wa innalillahi rojiun. Ya Allah… Saya bersaksi Dede Munandar adalah orang baik, sering mengorbankan kepentingan pribadi demi kawannya. Lahul fatihah.. Tulis salah satu sahabatnya.

Dede Munandar MPd wafat dalam usia 29 tahun. Lahir di Tangerang pada 26 Februari 1990 dan wafat terkena serangan jantung pada Rabu malam, 10 April 2019.

Seorang Petualang dan Pribadi yang Menyenangkan

Muslikh menuturkan bahwa Dede Munandar dikenal sebagai pribadi yang menyenangkan, supel, dan tidak sungkan menolong kawan-kawannya, baik urusan pribadi maupun urusan akademik, tidak jarang juga dia berkorban untuk temannya. Almarhum tidak hanya dikenal baik oleh teman kelas atau prodinya, tetapi mahasiswa di semua prodi magister FITK mengenal sosok yang punya ciri khas berkulit putih dan tinggi-kurus itu.

Semua Kaprodi magister FITK sangat merasa kehilangan dan masih belum percaya ditinggalkan oleh Demun (sapaan akrabnya) dengan begitu singkat. Pasalnya, Dede Munandar adalah salah satu mentor tim penyusun borang Prodi Magister PBI, Magister PAI, dan Magister PBA yang tentu peran sentralnya sangat dirasakan oleh semua Prodi magister FITK.

Almarhum adalah guru MIN 3 Tangerang, dia sudah mengajar sejak masih aktif kuliah S1 sampai dengan saat ini. Beberapa waktu lalu almarhum diminta menjadi dosen tidak tetap di salah satu kampus swasta yang berada di kota Depok Jawa Barat.

Selain itu, Dede Munandar juga dikenal sebagai sosok yang gemar berpetualang, hampir di setiap waktu libur sekolah dan kuliah, almarhum selalu meluangkan waktu untuk mendaki gunung, air mancur atau ke tempat alam lainnya. Ada satu kalimat yang sering almarhum tulis di setiap perjalanannya, “Berpetualang adalah pergi untuk pulang”. Tidak lama almarhum juga pernah menulis di status Facebooknya bahwa dia akan golput di Pemilihan presiden kali ini.

“Sahabat, orang-orang yang mengenalmu bersaksi, kamu adalah orang baik dan sering berkorban untuk orang-orang di sekitarmu. Semoga Allah SWT memberikan tempat yang terbaik untukmu.” pungkas Muslikh. (lrf/mf)

Share This