Ruang Diorama, BERITA UIN Online— UIN Jakarta terus mengejar pertambahan jumlah guru besar berbagai bidang keilmuan. Untuk itu, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat atau LP2M UIN Jakarta menggelar akselerasi guru besar guna merealisasikan target tersebut.

Pantauan BERITA UIN Online, Rabu (22/9/2021), kegiatan akselerasi guru besar sendiri dihadiri 40-an peserta. Seluruhnya merupakan dosen berjenjang pendidikan doktor dengan pangkat akademik lektor kepala yang didorong bisa segera memenuhi persyaratan pencapaian pangkat guru besar.

Rinciannya, dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITKK) sebanyak 13 orang, Fakultas Adab dan Humaniora sebanyak 5 orang, Fakultas Ushuluddin dan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi masing-masing 1 orang. Lalu, Fakultas Psikologi 3 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 10 orang.

Selanjutnya, Fakultas Sains dan Teknologi sebanyak tiga orang dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik sebanyak tiga orang. Terakhir, Fakultas Syariah dan Hukum sebanyak lima orang.

Kegiatan akselerasi sendiri dibuka langsung Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Hj. Amany Lubis. Dalam pembukaannya, Rektor berharap kegiatan ini bisa memacu para dosen berpangkat lektor kepala secepatnya mengurus kepangkatan guru besar.

“Kita berharap terus bertambah dosen dengan jabatan guru besar. Karena beberapa guru besar juga sudah memasuki usia pensiun atau tutup usia,”  ujarnya.

Keberadaan dosen berpangkat guru besar sendiri, sambungnya, harus selalu terjaga minimal 10 persen dari total dosen di sebuah perguruan tinggi. Lainnya, keberadaan guru besar juga menjadi indikator penting dalam pengembangan iklim akademik universitas.

Program sendiri dilakukan dengan menghadirkan dua narasumber akademis dan administratif. Keduanya, Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Islam Internasional Indonesia Profesor Noorhaidi Hasan dan Analis Kepegawaian Ahli Muda, Biro AUK, UIN Jakarta Abdul Halim Mahmudi SH.

Sementara itu, Ketua LP2M UIN Jakarta Profesor Jajang Jahroni menjelaskan, program akselerasi sendiri diisi dengan pendampingan penulisan artikel siap publikasi jurnal internasional seperti jurnal terindeks Scopus. Diketahui, publikasi jurnal internasional merupakan salahsatu persyaratan penting kenaikan pangkat guru besar.

“Program diberikan dalam bentuk pendampingan penyempurnaan karya tulis agar memenuhi standar jurnal internasional, sehingga dalam satu atau dua tahun ke depan artikel-artikel tersebut dapat dipergunakan sebagai syarat kenaikan pangkat menjadi guru besar,” paparnya.

Di sisi lain, Halim mengungkapkan, jumlah guru besar UIN Jakarta yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) mencapai 60 orang dari total 74 guru besar berstatus PNS dan Non-PNS (pensiun). Jumlah ini bisa terus berkurang karena banyak diantaranya segera memasuki usia pensiun. (zm)

Share This