Auditorium Utama, BERITA UIN Online— lembaga-lembaga ekonomi dan keuangan syariah berlomba berbagai program pemberdayaan ekonomi umat. Program ini berbentuk bantuan permodalan, kemitraan usaha, dan pembinaan bisnis umat yang sebagian besar berada di level ekonomi mikro. Para mahasiswa, dosen, dan pegawai UIN Jakarta yang tertarik bisa memilih program pembiayaan yang ditawarkan.

Demikian benang merah seminar nasional Lembaga Keuangan Mikro Syariah yang digelar Baitul Maal wa Tamwiil (BMT) Syahida IKALUIN di Auditorium Utama, Rabu (21/3/2019). Seminar yang dihadiri menggelar bagi para mahasiswa, dosen, dan pegawai di lingkungan UIN Jakarta ini menghadirkan presentasi program pemberdayaan ekonomi Bulog, BNI Syariah, maupun BMT Syahida IKALUIN sendiri.

General Manager Micro Business Division PT Bank BNI Syariah Budi Aristianto mengungkapkan, BNI Syariah menawarkan program Derap Ekrafpreneur Hasanah Mulia atau Deureuham. Program hasil kerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) ini merupakan salah satu pembiayaan usaha mikro paling inovatif.

Dari belasan sub sektor usaha ekonomi yang direkomendasikan Bekraf, program Deureuham memberi bantuan permodalan usaha bagi beberapa usaha ekonomi kreatif seperti kuliner, fashion, kriya, desain produk, aplikasi dan game, film dan animasi, serta fotografi. Para pelaku usaha yang berprestasi akan mendapatkan pembinaan dan pelatihan seperti kunjungan belajar ke negara-negara industri ekonomi kreatif cukup maju.

“Mahasiswa bisa mengakses program ini. Sebab ini kita arahkan sebagai bentuk pembinaan start up,” kata Budi.

Tak mau kalah dengan BNI Syariah, Bulog juga menawarkan program-program ekonomi mikro. Lembaga pemerintah yang dikenal sebagai penjaga stabilitas harga bahan makanan pokok masyarakat ini bertransformasi dengan mengembangkan kemitraan bisnis di sektor ekonomi mikro.

Salah satunya, program Toko Baitul Pangan atau Tobatan. Program ini merupakan kemitraan bisnis Bulog dengan pusat pengembangan keagaman masyarakat seperti Mesjid. Setiap mesjid bisa membuka outlet Tobatan dengan menyediakan bahan-bahan kebutuhan pokok jamaahnya.

Lainnya, Bulog menawarkan Rumah Pangan. Bermodalkan Rp 5 juta, setiap masyarakat bisa membuka usahanya dengan pasokan bahan-bahan jualan disediakan oleh Bulog. “Para mahasiswa, atau dosen dan pegawai bisa membuka outlet Rumah Pangan ini,” katanya.

Kendati masih baru, BMT Syahida juga tak kalah menawarkan program yang bisa diakses masyarakat. Sejak berdirinya, BMT ini menawarkan tiga varian produk pembiayaan, yaitu pembiayaan murabahah untu kebutuhan barang modal, pembiayaan musyarakah dan mudharabah untuk pembiayaan usaha mikro dan proyek institusi bisnis, dan pembiayaan ijarah atau pembiayaan berbasis jasa.

Ketua BMT Syahida IKALUIN, Euis Amalia mengungkapkan, para sivitas UIN Jakarta bisa memanfaatkan pembiayaan ini dengan mendaftar langsung ke kantornya di lantai dasar Gedung eks Farmasi/Fakultas Ushuluddin. “Selain pembiayaan, kita juga tawarkan produk tabungan sesuai perencanaan kebutuhan keuangan anggota,” tambahnya. (zae)

Share This