Ciputat, BERITA UIN Online— Laboratorium Fakultas Kedokteran UIN Jakarta ditunjuk menjadi salahsatu laboratorium pengujian tentang Surveilans Genom Virus SARS CoV-2 bersama 12 institusi perguruan tinggi nasional lainnya. Penunjukan ini merupakan tindak lanjut Nota Kesepahaman Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) dan Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia tentang Surveilans Genom Virus SARS CoV-2 pada Jumat (8/1/2021) lalu.

Demikian disampaikan Dekan Fakultas Kedokteran UIN Jakarta dr. Hari Hendarto, Ph.D., Sp.PD-KEMD, Rabu (12/01/2012). Menurutnya, penunjukan demikian berarti Fakultas Kedokteran UIN Jakarta bakal diberi tanggungjawab sebagai salah satu pusat kajian dan riset untuk mengetahui epidemiologi molekuler, karakteristik, dampak pada kesehatan, dan pelacakan kasus untuk manajemen, pencegahan dan penanggulangan  Covid-19, serta untuk koordinasi di tingkat nasional dan global.

Menurut dokter spesial penyakit dalam lulusan salah satu universitas Jepang tersebut, hasil Surveilans Genom SARS CoV-2 yang diuji laboratorium nantinya memungkinkan Indonesia melakukan prediksi, dan mengambil tindakan pencegahan, penanganan, serta pelaporan yang cepat dan tepat, yang sangat diperlukan dalam upaya pengendalian pandemi Covid-19, sebagaimana yang pernah terjadi mutasi virus secara masif di Inggris.

“Saat ini, Laboratorium Fakultas Kedokteran UIN Jakarta telah berhasil menemukan 5 (lima) mutasi baru dari strain virus SARS Cov-2 yang  dianggap paling berbahaya, terutama dari beberapa sample di wilayah Banten”, papar sang dokter.

Terpisah, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Profesor Muhammad Ali Ramdhani, mengapresiasi dan bersyukur atas capaian UIN Syarif Hidayatulllah Jakarta yang berkontribusi secara nyata terhadap wabah virus covid-19 dan terus menganalisa berbagai mutasi virus ini, sehingga dapat menyelamatkan manusia bukan hanya di Indonesia tetapi masyarakat global.

“Ini adalah langkah nyata bahwa kontribusi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam bukan hanya pada persoalan keislaman an sich, tetapi juga berkontribusi terhadap persoalan di bidang kedokteran dan kesehatan. Kami sangat bangga untuk ini semua,” papar guru besar UIN Sunan Gunung Djati, Bandung.

Apresiasi yang sama juga disampaikan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Profesor Suyitno. Menurutnya, Fakultas Kedokteran UIN Jakarta sebagai Surveilans Genom Virus SARS CoV-2 ini menunjukkan bahwa kualitas riset dan laborartorium UIN Jakarta ini sama bahkan bisa jadi lebih baik dibanding dengan laboratorium Fakultas Kedokteran lainnya di tanah air.

“Tentu, saya siap mendukung ini dengan sekuat tenaga. Sebab ini adalah langkah konkret kontribusi PTKI dalam penggulangan Covid yang telah memakan banyak korban,” papar guru besar UIN Raden Fattah Palembang.

Rektor UIN Jakarta Profesor Amany Lubis mengatakan, penunjukan laboratorium Fakultas Kedokteran UIN Jakarta memiliki dua makna. Makna pertama adalah kepercayaan pemerintah terhadap laboratorium fakultas kedokteran di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam. Lainnya, tingginya ekspektasi pemerintah dan publik atas kiprah akademik UIN Jakarta atas problematika hidup masyarakat.

“Semoga kepercayaan ini bisa kita jawab dengan kerja akademik sains-kedokteran yang baik sehingga turut mengakselerasi penyelesaian problem pandemi Covid 19 di tanah air,” harapnya. (zm/berbagai sumber)

Share This
Beasswa Mahasiswa Terdampak Covid 19 STF