Masjid Al-Jami’ah SC, BERITA UIN Online— Puasa bukan hanya rutinitas ritual ibadah tahunan semata. Namun, lebih dari itu puasa juga mampu memberikan kesehatan baik jasmani maupun rohani.

Hal demikian disampaikan Dekan Fakultas Kedokteran (FK) UIN Jakarta, Hari Hendarto, saat memberikan ceramah kuliah tujuh menit (kultum) selepas shalat dzuhur berjama’ah, Rabu (22/05), di Masjid Al-Jami’ah Studen Center, kampus I UIN Jakarta.

“Kita harus senantiasa bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan, terutama nikmat sehat. Kenikmatan tersebut, akan semakin terasa berharga ketika Allah mengujinya dengan sakit,” pukas Hari.

Oleh karenanya, sambung Hari, sudah selayaknya kita senantiasa mensyukuri nikmat yang Allah Swt berikan, dengan merawat dan menggunakannya dalam hal kebaikan, dan takwa.

“Salah satu nikmat yang saat ini tengah kita gunakan adalah sehat. Dengan sehat kita dapat menjalankan ibadah berpuasa. Dengan puasa pula kita akan mendapatkan kesehatan lebih, baik jasmani maupun rohani,” ujar dokter spesialis penyakit dalam tersebut.

Hari mengatakan, bahwa sakit itu ada dua macam, sakit jasmani dan rohani. Perbedaan antara keduanya yaitu, sakit jasmani ada obatnya bahkan banyak, sedang sakit rohani aga sulit mendapatkan obatnya. Kemudian, sakit jasmani, si penderita bisa mengetahui dan merasakan. Akan tetapi, sakit rohani terkadang si penderita tidak menyadari dan merasakannya.

“Sakit rohani itu banyak juga macamnya, namun setidaknya hal atau perasaan yang keluar dari aturan dan norma agama itu merupakan ciri-ciri sakit rohani. Tidak senang melihat orang lain senang, dan senang melihat orang lain susah, dengki, dan lainnya, merupakan salah satu penyakit rohani,” jelas Hari.

Di akhir penyampaiannya, Hari menegaskan bahwa kedua jenis sakit yaitu jasmani dan rohani tersebut, tentu ada obat penawarnya. Salah satu obat yang paling ampuh apabila kita menjalaninya dengan benar, sesuai aturan/dosis, khusyu dan sabar serta penuh pengharapan, maka akan mengobati kedua sakit tersebut, tiada lain obat itu adalah puasa.

“Perlu diingat, bahwa apa yang kita miliki seluruhnya adalah titipan Allah Swt. Jabatan, pangkat, gelar, harta, keturunan dan kesehatan adalah titipan, yang bila Allah akan ambil kapan pun dan di mana pun tidak ada yang bisa menolak. Oleh karena itu, tidak pantas kita sebagai manusia bersikap sombong dan melanggar apa yang Allah perintahkan. Semoga kita semua senantiasa menjadi hamba-hamba-Nya yang bersyukur..Aamiin,” tandas Hari sekaligus mengakhiri kultumnya. (lrf)

Share This