Masjid Jami’ SC, BERITA UIN Online—Puasa, bukan semata menahan haus dan lapar sejak terbit hingga terbenamnya matahari. Namun juga menahan hal-hal yang membatalkannya secara dzahir dan batin, termasuk di dalamnya pikiran kotor, perasaan negatif, dan ucapan-ucapan yang buruk.

Demikian simpulan singkat dari kuliah tujuh menit (kultum) perdana yang disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Masri Mansoer, sekaligus mewakili Rektor UIN Jakarta Amany Lubis yang berhalangan hadir, untuk membuka secara resmi salah satu kegiatan Ramadlan in Campus 2019, Senin (06/05), di Masjid Jami’ Student Center, UIN Jakarta.

Masri menambahkan, bahwa banyak sekali keutamaan-keutamaan bulan Ramadlan. Dengan demikian, jangan sampai bulan penuh rahmat tersebut berlalu begitu saja tanpa diisi dengan ibadah dan kegiatan-kegiatan positif lainnya.

“Seperti kita ketahui, ganjaran kebaikan di bulan Ramadlan ini berlipat ganda. Oleh karenanya, mari isi dengan ibadah yang lebih baik lagi dan kegiatan-kegiatan positif lainnya. Dengan harapan, kebiasaan baik tersebut akan terus dilakukan di sebelas bulan lainnya,” jelas Masri.

Apabila puasa kita baik, sambung Masri, maka akan mendapatkan keberkahan dan pengampunan dari Allah atas dosa-dosa kecil yang telah dilakukan dari sejak Ramadlan tahun lalu hingga Ramadlan sekarang.

“Teramat sayang dan merugi, apabila kita tidak mengisi bulan penuh keberkahan ini dengan ibadah, baik ibadah mahdah atau pun ghairu mahdah. Karena, kita tidak tahu apakah kita masih bisa berjumpa Ramadlan tahun-tahun yang akan datang,” tandas Warek III itu.

Sebagai informasi, kegiatan kultum rutin selama Ramadlan selepas shalat berjama’ah dzuhur tersebut akan diisi oleh segenap jajaran pimpinan UIN Jakarta secara bergiliran, terkecuali di hari Jum’at.

Dengan demikian, seluruh sivitas akademika UIN Jakarta baik pusat maupun fakultas diwajibkan untuk mengikuti setiap rangkaian kegiatan Ramadlan in Campus 2019 sebagaimana yang telah dijadwalkan. (lrf)

Share This