Gedung Rektorat, BERITA UIN Online– Konsep Islam Rahmatan lil ‘Aalamin (agama kasih sayang/rahmat bagi seluruh alam) telah diaplikasikan di lingkungan kampus UIN Jakarta.

Demikian disampaikan Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Uung Sendana Lodianto Linggaraja MA kepada BERITA UIN Online saat menghadiri Gladi Resik Wisuda Sarjana 109 UIN Jakarta, Rabu (15/8/2018) di Gedung Rektorat.

“Sebagai penganut Khonghucu, saya pilih studi magister saya di UIN Jakarta, karena sebagai kampus Islam, UIN Jakarta menerima mahasiswa Khonghucu belajar di Prodi Perbandingan Agama,” ujar Uung sapaan akrabnya.

Kesempatan ini, lanjutnya, tidak ditemukan di Universitas Islam lainnya dan mempunyai pengaruh positif terhadap kondisi dan situasi keberagamaan di Indonesia.

Menurutnya, walaupun berbeda keyakinan dengan yang lain, kuliah di UIN Jakarta serasa seperti berada di rumah sendiri. Di sini ia menemukan Islam sebagai rahmatan lil áalamin.

“Tidak ada sekat agama antara mahasiswa dan dosen. Semua saling menghargai dan saling membantu serta menunjukkan nilai agama yang dijunjung tinggi, para dosennya orang-orang berilmu pengetahuan luas dan baik hati, kawan-kawan juga sangat baik,” imbuh pria yang juga menjadi Pembina Keluarga Besar Mahasiswa Khonghucu (KBMK) ini.

Di tengah kesibukannya, Uung mampu menyelesaikan studi magisternya tepat waktu di Program Studi Agama-agama Fakultas Ushuludin, bahkan ia terpilih sebagai lulusan magister fakultas terbaik dengan IPK 3.76 yudisium kumlaud.

Ia mengambil judul tesis “Tian dan Sheng dalam Penafsiran Rohaniwan dan Cendikiawan Matakin Serta Pengamat Budaya Tionghoa di Indonesia” dengan dosen pembimbing dan penguji Prof Dr Ikhsan Tanggok MA, Dr Media Zainul Bahri MA, dan Prof Ridwan Lubis.

Selain sebagai Ketua Umum Matakin, lembaga yang setara dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Uung juga aktif di beberapa organisasi lainnya, seperti Presidium Interreligious Council Indonesia (IRC Indonesia), Anggota Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (PIM), Anggota Dewan Kehormatan Daerah Perhimpunan Advokat (PERADI) DKI Jakarta, dan Vice Presiden Organisasi Agama Khonghucu Dunia.

Sebagai alumni, ia berpesan agar UIN Jakarta mempertahankan yang sudah baik, memperbaiki yang masih kurang, dan terus meningkatkan integrasi sistem administrasi untuk memudahkan mahasiswa.

“Terima kasih UIN Jakarta, teruslah menjadi Jendela Akademik Islam Indonesia dan dunia,” pungkasnya. (mf)

Share This