Gedung Rektorat, BERITA UIN Online – Ketua Tim Gugus Tugas (Gugas) Percepatan Penanganan Covid-19 UIN Jakarta Hari Hendarto memastikan pihaknya terus memantau kesehatan sivitas akademika UIN Jakarta. Bahkan Gugas bersama RS Syarif Hidayatullah bersiaga memberikan layanan kesehatan bagi sivitas yang membutuhkan.

Hari Hendarto mengatakan, hingga pekan akhir Maret ini pihaknya belum menerima laporan adanya warga sivitas akademika UIN Jakarta yang jatuh sakit karena terinfeksi Covid-19. Seluruh sivitas akademika dinyatakan aman meski wabah Corona kini sudah menjadi pandemi.

Hari Hendarto mengatakan hal itu yang disampaikan khusus kepada BERITA UIN Online, Rabu (1/4/2020). “Alhamdulillah, Tim Gugas Penanganan Covid-19 di UIN Jakarta belum menerima laporan warga sivitas akademika, termasuk mahasiswa, yang jatuh sakit akibat Covid-19,” katanya.

“Kita berharap seluruh warga sivitas akademika UIN Jakarta diberi kesehatan sampai berakhirnya pandemi Covid-19,” imbuhnya.

Sejak dibentuk pada 24 Maret lalu, Tim Gugas telah bekerja secara ekstra. Tim ini melibatkan sejumlah kalangan, seperti pimpinan fakultas dan ketua lembaga.

Tugas pokok tim di antaranya melakukan pemantauan atas perkembangan penyebaran virus, memberikan pemahaman dan informasi secara cepat, akuran, dan transparan kepada masyarakat di lingkungan kampus UIN Jakarta, serta memastikan jaminan kesehatan warga kampus disertai upaya untuk memutus persebaran rantai Covid-19.

Tugas lain tim adalah membantu pemerintah guna mengatasi pandemi Covid-19. Bantuan di antaranya berupa penyiapan inovasi digital yang dapat membantu pencegahan, pelaporan, dan sosialisasi mengenai penyebaran Covid-19 terhadap masyarakat.

Guna memberikan informasi tersebut, Tim Gugas membuat website khusus mengenai Covid-19 berikut layanan call centre. Layanan informasi ini berisi semua informasi yang akurat dan cepat tentang Covid-19, termasuk kolom tanya jawab soal Covid-19.

Kegiatan lain yang dilakukan di antaranya bekerja sama dengan STF dalam pemberian bantuan makanan kepada para mahasiswa yang berada di kos-kosan maupun asrama. Mereka tidak mudik dengan beragam alasan.

“Mereka (mahasiswa, Red) yang tidak mudik umumnya kehabisan bekal. Selain itu juga banyak warung yang tidak buka,” kata Hari.

Ke depan, lanjutnya, Tim Gugas akan melibatkan seluruh elemen yang ada di lingkungan kampus, termasuk organisasi kemahasiswaan, dalam menangani Covid-19.

Hari berpesan kepada warga sivitas akademika UIN Jakarta agar tetap mengikuti anjuran pemerintah dengan menjaga kesehatan diri, menjaga jarak sosial (social distancing), tinggal di rumah, belajar dari rumah, dan bekerja dari rumah (Work from Home).

“Saya kira hanya itu yang dapat kita lakukan untuk mengurangi penyebaran Covid-19,” ujar Dekan Fakultas Kedokteran itu. (ns)

Share This