Gedung Rektorat, BERITA UIN Online— Ketua Dewan Pengawas BLU UIN Jakarta Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin mendorong UIN Jakarta masuk dalam daftar perguruan tinggi nasional terkemuka nasional dan dunia mewakili kelompok perguruan tinggi keagamaan Islam nasional. Menurutnya, desain perencanaan pengembangan yang komprehensif dari sisi sumber daya manusia, proses belajar mengajar, sarana prasarana, dan tata kelola menjadi modal yang harus diperhatikan.

Demikian disampaikan Kamaruddin dalam rapat Dewan Pengawas BLU  UIN Jakarta-Pimpinan UIN Jakarta di Ruang Sidang Utama, Gedung Rektorat, Selasa (9/7/2019).  Selain Rektor Prof. Dr. Amany Lubis MA, rapat juga dihadiri para wakil rektor, kepala biro, dekan, dan unit di lingkungan UIN Jakarta.

Kamaruddin yang juga Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag RI ini menjelaskan, masyarakat Indonesia dan Kemenag RI memiliki ekspektasi tinggi agar UIN Jakarta masuk dalam jajaran perguruan tinggi terkemuka nasional-global. “Bukan hanya (terkemuka dalam mencetak, red.) prestasi-prestasi yang bersifat akademik, tapi juga berkontribusi dalam meningkatkan daya saing bangsa ke depan,” paparnya.

Secara formal, jelasnya, standar terkemuka yang bisa dicatatkan adalah masuk dalam pemeringkatan perguruan tinggi terbaik nasional-global mewakili kelompok perguruan tinggi keagamaan Islam. “UIN Jakarta sebagai PTKIN terbesar nasional dan berada di negara muslim terbesar dunia, kita berharap bisa masuk 10 besar perguruan tinggi terbaik nasional dalam 5 tahun  ke depan, masuk 1000 perguruan tinggi besar dunia 5 tahun ke depan, dan 500 besar dunia dalam 10 tahun  mendatang,” katanya.

Untuk mencapai posisi tersebut, lanjutnya, UIN Jakarta perlu memiliki desain perencanaan yang komprehensif dan selaras dengan kebutuhan. Selain bidang sumber daya manusia, perencanaan demikian mencakup perencanaan proses belajar mengajar, sarana prasarana, dan tata kelola universitas yang komprehensif. “Seluruh aspek, secara komprehensif, harus dilakukan pengembangan,” jelasnya.

Sebagai Dirjen Pendis Kemenag, Kamaruddin mengakui, UIN Jakarta memiliki modal penting dalam mencapai posisi tersebut. Salah satunya, UIN Jakarta sudah terakreditasi kelembagaan A serta didukung oleh tenaga pendidik berkualitas, memiliki sertifikasi AUN-QA untuk sejumlah prodi, dan sudah berstatus BLU terbaik.

Namun masalahnya, kata dia, modal potensial tersebut belum bisa dioptimalkan dengan baik sehingga terdapat kesenjangan antara potensi yang dimiliki dan realitas yang ada. “Misal sumber daya manusia, banyak dosen UIN Jakarta sebetulnya sudah layak guru besar, tapi karena belum diurus dengan baik sehingga belum jadi guru besar. Nah, hal-hal seperti ini ke depan harus diperbaiki,” katanya lagi.

Menyangkut kendala anggaran, Kamaruddin percaya UIN Jakarta mampu melakukan kapitalisasi bahkan revitalisasi aset yang dimiliki dalam menggali sumber pembiayaan aktifitas akademik. Selain merangkul alumni, UIN Jakarta juga bisa mencari sumber-sumber pembiayaan potensial dengan aset dan kemampuan yang dimilikinya.

Sementara itu, Rektor mengatakan, dukungan Kemenag RI dan alokasi anggaran riset dan akademik yang sesuai akan menjadi  kunci penting dalam mendorong pengembangan UIN Jakarta. “(Dengan itu semua, red.) Insya Allah UIN Jakarta akan lebih baik di masa depan,” katanya.

Di saat yang sama, diakuinya, UIN Jakarta akan terus memaksimalkan perencanaan pengelolaan sumber daya manusia, aset, dan penganggaran lebih baik seperti akselerasi dosen menyelesaikan doktor dan berpangkat fungsional guru besar. Seiring peningkatan kualitas kesejahteraan dan perluasan jangkauan hibah riset, UIN Jakarta berharap bisa meningkatkan kualitas pembelajaran dan jumlah riset terpublikasi Scopus. (zm)

Share This