oleh: Syamsul Yakin
Dosen Magister KPI FIDIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Mengenai ucapan salam Allah SWT kepada para penghuni surga, terurai dengan puitis dalam al-Qur’an, “(Kepada mereka dikatakan), “Salam”, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang” (QS. Yasin/36: 58). Gerangan apakah maksud salam Allah SWT ini kepada penghuni surga dan apa pula yang melatarbelakanginya?

Menurut Syaikh Hamami Zadah dalam Tafsir Surah Yasin, makna ayat di atas adalah bahwa Allah SWT memberi salam kepada para penghuni surga dengan satu ucapan salam. Bersumber dari Jabir, Nabi SAW bersabda bahwa ucapan salam itu adalah, “Semoga keselamatan tercurah untuk kalian wahai para penghuni surga”.

Masih bersumber dari Jabir, seperti dikutip Syaikh Hamami Zadah, Nabi SAW bercerita, “Pada saat para penghuni surga sedang merasakan kenikmatan, tiba-tiba ada cahaya yang memancar di atas mereka. Sejurus mereka menatap cahaya itu. Tak diduga, begitulah cara Allah SWT memuliakan mereka dengan cara menyapa mereka dengan cahaya-Nya.

Berikutnya, Allah SWT memandang mereka dan mereka memandang Allah SWT. Pada saat itu, para penghuni surga merasakan kenikmatan memandang Allah SWT sehingga mereka tak menoleh kepada sesuatu apapun. Karena lezatnya menyaksikan keindahan Allah SWT itu juga, mereka merasakan kenikmatan lainnya jadi hampa.

Keadaan seperti itu baru berhenti ketika Allah SWT menghalangi mereka dari melihat-Nya. Namun begitu, cahaya dan keberkahan Allah SWT masih tertancap di rumah-rumah mereka di surga. Kelezatan menyaksikan keindahan Allah SWT itu berlanjut pada kali kedua, tentu dengan kondisi-kondisi yang sama, kali ketiga dan seterusnya.

Dalam pandangan Syaikh Hamami Zadah, dengan menyandarkan pendapatnya kepada hadits Nabi SAW, itulah kiranya makna firman Allah SWT, “(Kepada mereka dikatakan), “Salam”, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang” (QS. Yasin/36: 58). Keterangan seperti ini dapat dijumpai juga dalam kitab hadits Sunan Ibnu Majah.(sam/mf)

Share This