Jakarta, BERITA UIN Online—Program Studi Kesejahteraan Sosial (Kesos) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FIDKOM) UIN Jakarta menggelar konferensi internasional. Acara yang mengusung tema Keragaman dan Inklusi Disabilitas di Masyarakat Muslim: Pengalaman di Negara-negara Asia ini, bertempat di Aula Grand Wijaya, Hotel Grand Dhika, Jalan Iskandar Syah, Jakarta, Selasa (21/11).

Merujuk rilis yang diterima BERITA UIN Online tercatat, bahwa secara umum kegiatan tersebut dilaksanakan atas kerjasama Kesos FIDKOM UIN Jakarta dengan beberapa lembaga, diantaranya The Institute for Religion, Politic, and Society (IRPS), Australian Chatolic University (ACU), The Institute for Culture and Society at Western Sydney, dan The Asia Foundation (TAF).

“Secara khusus, acara ini diinisiasi oleh Dr Dina Afrianty (ACU), Dr Keren Soldatic, dan Dr Arief Subhan melalui penelitian yang telah dilaksanakan sejak 2016 lalu, dengan program penguatan penelitian disabilitas di lembaga pendidikan Islam,” terang salah seorang panitia kepada BERITA UIN Online usai pembukaan acara tersebut.

Kembali merujuk pada rilis kegiatan tersebut, diterangkan bahwa acara yang dibuka oleh Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA ini, menghadirkan beberapa narasumber baik dari dalam maupun luar negeri. Selain itu, dalam acara ini akan dipresentasikan sedikitnya 57 makalah dari para peneliti, yang secara khusus membahas perhatian dan kepedulian terhadap penyandang disabilitas.

Selain rektor, turut hadir sebagai key note speaker dalam acara ini, Prof Dr Azyumardi Azra (Guru Besar SPs UIN Jakarta), Bahrul Fuad MA (Program Peduli), dan Megan Watkins (Associate Professor UWS).

Selanjutnya, dijelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memfasilitasi para akademisi, pengambil kebijakan, serta organisasi penyandang disabilitas untuk mendiskusikan tentang pentingnya nilai-nilai inklusi sosial, non diskriminasi, pluralism, multiculturalism, dan toleransi keberagaman agama serta keragaman budaya di Indonesia khususnya dan Asia pada umumnya.

Sebagai informasi, acara yang dihadiri sedikitnya 150 peserta ini, dibingkai ke dalam format diskusi panel yang mengangkat tema, pendidikan inklusif, pelayanan anak dan keluarga, keberagaman dan inklusi sosial, perempuan, gender dan seksualitas, serta kebijakan hukum dan politik. Lebih dari itu, dalam acara ini pula akan dilakukan soft launching  berdirinya The UIN Center for Student with special Need. (lrf/usa)

Share This