Yogyakarta, BERITA UIN Online – Perolehan medali kontingen UIN Jakarta terus bertambah. Empat emas disumbang dari cabang karate, karya inovatif, debat berbahasa Inggris, dan tae kwon do. Sumbangan lainnya berupa satu perak dan dua perunggu didulang dari cabang lomba pencak silat, fahmil Qur’an, dan hifdzil Qur’an.

Hingga hari kedua Invitasi Pekan Pengembangan Bakat dan Minat Mahasiswa (IPPBMM) VIII se-Jawa dan Madura di UIN Yogyakarta, Rabu (23/6/2021), UIN Jakarta telah berhasil mengumpulkan 11 keping medali, terdiri atas empat emas, empat perak, dan tiga perunggu.

Dengan demikian, dari 18 kontingen peserta IPPBMM VIII, UIN Jakarta berada di urutan ketiga pada klasemen sementara perolehan medali setelah UIN Yogyakarta (20 medali) dan UIN Surabaya (8 medali).

Tambahan medali berupa emas pertama diperoleh dari cabang olahraga karate perorangan putra oleh Muhammad Raihan Wibisono (mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik). Kemudian satu emas kedua diperoleh dari cabang olahraga tae kwon do oleh Miftah Nasrudin (mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Fakultas Syariah dan Hukum).

Berikutnya, emas ketiga diperoleh dari lomba debat berbahasa Inggris beregu oleh tim debat yang terdiri atas Meyla Rehulina Boru Sitopu (mahasiswi Program Studi Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi) dan Nadya Azahra Noor Daulay (mahasiswi Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas llmu Kesehatan).

Sedangkan emas keempat, diperoleh dari cabang karya inovatif beregu oleh Ainul Huda, Dandy Aulya, dan Marcelina Nur Fadilah. Ketiganya adalah mahasiswi Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi. Karya Inovatif yang mereka buat berupa alat pembakar sampah portabel (berbentuk koper) tanpa mengeluarkan asap atau Prominence Trash Burner (PTB).

Selain emas, kontingen UIN Jakarta juga menambah satu perak dan dua perunggu. Perak diperoleh dari pencak silat seni tunggal putri oleh Bella Gestiliana (mahasiswi Program Studi Agribisnis Fakultas Sains dan Teknologi).

Adapun untuk dua perunggu, perunggu pertama disumbang dari musabaqah fahmil Qur’an beregu oleh Muhammad Fakhril Umam (mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum), Muhammad Nurul Anwar (mahasiswa Program Studi Pendidikan IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan), dan Yusril Rahman (mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Sains dan Teknologi) serta perunggu kedua dari musabaqah hifdzil Qur’an 10 juzz putra oleh Abdul Qodir Maliki (mahasiswa Program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin). (ns)

Share This