Gedung Rektorat, BERITA UIN Online –  Sejak resmi diliburkan pada 20 Maret lalu, suasana kampus UIN Jakarta tampak sepi. Hanya petugas satuan pengamanan (satpam) dan petugas kebersihan yang boleh beraktivitas.

Keputusan meliburkan kampus dari aktivitas perkuliahan dan perkantoran sengaja diambil pimpinan UIN Jakarta. Tujuannya guna mengantisiapsi merebaknya wabah virus Corona (Covid-19). Keputusan ini dinilai positif sebagai langkah preventif menularnya virus secara luas.

Pantauan BERITA UIN Online di lapangan, Selasa (24/3/2020), suasana kampus yang setiap hari biasanya ramai, namun hampir sepekan ini seperti tak berpenghuni. Akses pintu utama dan seluruh ruangan juga ditutup. Tidak boleh ada satu pun pegawai yang bekerja kecuali penting dan mendesak serta atas izin atasan langsung.

Meski kampus sepi, petugas satpam dan petugas kebersihan justru tetap diminta siaga penuh. Mereka harus masuk kampus guna menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan.

“Kami (petugas satpam dan petugas kebersihan, Red) tetap harus menjalankan tugas meski diliputi rasa cemas juga,” kata Komandan Satpam, Yubi Hamka, yang dihubungi via Whatapp kepada BERITA UIN Online saat bertugas di kampus, Selasa (24/3/2020).

Keamanan dan keberisihan memang jadi alasan utama kedua petugas ini harus tetap stanby. Karena jika tidak, dihawatirkan kampus rawan pencuri dan menjadi kotor.

Yubi mengatakan, untuk menjaga kampus, dirinya telah mengatur para petugas satpam agar bersiaga 24 jam. Pengaturan petugas tetap dilakukan menggunakan sistem shif reguler atau seperti hari kerja normal.  Satpam yang bertugas satu grupnya berjumlah sembilan personel.

Para petugas disebar di semua unit gedung, termasuk di gedung Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Bojongsari, Depok, Jawa Barat. Tak terkecuali di dua unit gedung Klinik Pelayanan Kesehatan Masyarakat (KPKM) yang ada di Pamulang Barat dan Buaran, Serpong, Tangerang Selatan, tak luput dari penjagaan ketat.

“Kita kerja seperti biasa. Satpam tidak ada libur. Saat kami kerja di kampus, pegawai lain kerja di rumah. Doakan saja kami selalu sehat di kampus, demi Anda di rumah,” katanya.

Tak hanya satpam, petugas kebersihan pun terus bersiaga. Hanya saja, para petugas kebersihan tidak bekerja 24 jam. Mereka cukup dua hari sekali bekerja di kampus dan selebihnya berada di rumah.

Selama kampus diliburkan, sebagian petugas aktif membersihkan setiap sudut jalan dan emperan gedung. Sementara sebagian  lain sibuk menyirami bunga agar tidak karing dan layu.

“Kampus harus tetap bersih dan sehat,” kata pria berkumis dan juga humoris itu.

Menurut Yubi pula, selama kampus libur Covid-19, ia dan para petugas lain selalu mengedepankan kewaspadaan. Selain menggunakan masker saat bertugas, tak lupa telapak tangan pun selalu steril dengan menyemprotkan cairan pencuci tangan (hand sanitizier).Hal yang sama juga kerap ia lakukan terhadap para pengunjung kampus, seperti pegawai UIN Jakarta yang ada keperluan penting. (ns)

Share This