#KabarFakultas: Perkuat Jejaring Global dan Kepemimpinan, FSH UIN Jakarta Sambut Delegasi International Union of Muslim Scouts

#KabarFakultas: Perkuat Jejaring Global dan Kepemimpinan, FSH UIN Jakarta Sambut Delegasi International Union of Muslim Scouts

FSH, Berita UIN Online - Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sambut kunjungan delegasi International Union of Muslim Scouts (IUMS), Rabu (21/1/2026). Kunjungan yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan internasional bertajuk Towards the Summit ini diadakan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan mahasiswa di dunia Islam.

Rombongan disambut Dekan FSH UIN Jakarta, Prof. Dr. Muhammad Maksum, M.A., MDC., Wakil Dekan Bidang Akademik Prof. Dr. Mesraini, S.H., M.Ag., Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum Dr. Afwan Faizin, M.A., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama Prof. Dr. Kamarusdiana, M.H., Ketua Pusat Studi Fatwa dan Hukum Islam (PUSFAHIM), Prof. Dr. H. M. Asrorun Ni'am Sholeh, M.A. serta Sekretaris Eksekutif PUSFAHIM, Musa Wardi yang bertindak sebagai moderator.

Hadir pula delegasi IUMS sebanyak 13 orang, yang terdiri atas Sekretaris Jenderal IUMS, empat pimpinan perguruan tinggi dari Arab Saudi, serta delapan mahasiswa perwakilan dari University of Ha'il dan Prince Sattam bin Abdulaziz University.

Dekan FSH, Prof. Maksum menyampaikan apresiasi tinggi atas kunjungan ini. Hal ini dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkenalkan profil fakultas serta program studi di lingkungan FSH UIN Jakarta. 

“Kami menyampaikan apresiasi tinggi atas kunjungan IUMS ke FSH UIN Jakarta. Kunjungan ini kami manfaatkan sebagai momentum untuk memperkenalkan profil fakultas serta program studi di lingkungan FSH UIN Jakarta," jelasnya.

Lebih lanjut, agenda utama kunjungan diisi dengan International Training Session and Workshop bertema “University Excellence and Personal Capacity Building”. Ketua Pusat Studi Fatwa dan Hukum Islam (PUSFAHIM), Prof. Dr. H. M. Asrorun Ni'am Sholeh, M.A., hadir sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Prof. Ni’am menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan akademik dan pengalaman lapangan.

“Pengalaman lapangan membuat kita sadar bahwa sumber ilmu sangat luas, tidak terbatas pada apa yang tertulis di buku,” tegasnya.

Prof. Ni’am, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, menyoroti peran strategis kegiatan kepanduan dalam pembentukan karakter dan ketahanan mental. Ia juga membagikan pengalamannya mengikuti short course di luar negeri yang memperkaya pemahaman terhadap khazanah Islam (turats) melalui interaksi langsung.

Sejalan dengan penguatan kapasitas mahasiswa, Sekretaris Jenderal IUMS, Dr. Zuhair Husain Ghanim, mengungkapkan pentingnya membangun jejaring (networking) global. Menurutnya, jejaring yang luas akan mempermudah koordinasi dan kolaborasi lintas negara, sebagaimana keberhasilan berbagai kegiatan IUMS di Indonesia yang ditopang oleh jaringan kepanduan yang kuat.

Sebagai informasi, IUMS adalah organisasi kepanduan internasional yang beranggotakan organisasi pramuka dari negara-negara Muslim di seluruh dunia. Didirikan pada tahun 1989 dan bermarkas di Jeddah, Arab Saudi, IUMS berperan strategis dalam mempererat persaudaraan serta mencetak kader pemimpin muda yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan semangat kepanduan global.

(Rilis Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)