Gedung Rektorat, BERITA UIN Online – Meski pendaftaran calon mahasiswa baru (camaba) belum dibuka, namun antusias masyarakat untuk mencari informasi masuk UIN Jakarta terus mengalir. Hal itu terlihat dari banjirnya siswa sekolah yang datang ke kantor pusat pelayanan informasi universitas atau ruang Subbagian Publikasi dan Dokumentasi (Pubdok) di gedung Rektorat lantai 1.

Hampir setiap hari, ruang pelayanan informasi itu tak pernah sepi pengunjung. Sejak pagi hingga petang, camaba terus berdatangan silih berganti. Tak hanya camaba, sejumlah alumni dan mahasiswa UIN Jakarta pun kerap berkunjung untuk memperoleh informasi tersebut.

“Kadang-kadang juga banyak orang tua siswa yang datang,” kata Ali Nasrun Meha, salah satu petugas pelayanan informasi kepada BERITA UIN Online di ruang tersebut, Senin (14/1/2019).

Petugas lain, sebut saja Taufan Maulana Firdaus, juga menceritakan hal yang sama. Para pengunjung dari kalangan alumni dan mahasiswa umumnya menjadi relawan informasi bagi adik-adik mereka dari satu almamater. Kedatangan mereka tak sekadar meminta informasi melainkan juga brosur dan tarif kuliah.

Menurut Ali dan Taufan, para pengunjung berasal dari berbagai daerah dan sekolah, seperti dari kawasan Jabodetabek dan luar Jabodetabek, termasuk luar pulau Jawa. “Kalau bagi para relawan, mereka sering memanfaatkannya saat pulang kampung liburan kuliah,” jelas Taufan.

Kunjungan para camaba yang rata-rata kelas 12 itu mulai marak berkunjung ke kampus UIN Jakarta sejak November tahun lalu. Hingga memasuki awal tahun dan mendekati dibukanya masa pendaftaran, tingkat kunjungan camaba semakin tinggi.

“Sehari bisa mencapai 50 siswa, sejak pagi hingga petang,” lanjut Taufan.

Seperti diketahui, UIN Jakarta tahun akademik 2019/2020 akan kembali menerima camaba. Penerimaan camaba dibuka melalui lima jalur masuk (prestasi dan ujian tulis), yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Prestasi Akademik Nasional Pergurun Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN PTKIN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM PTKIN), dan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB Mandiri). Dari kelima jalur tersebut, dua jalur sudah dibuka, yakni SNMPTN dan SBMPTN.

“Tiga jalur masuk lainnya, yakni SPAN PTKIN, UM PTKIN, dan SPMB Mandiri, kini masih dalam proses,” lanjut Taufan.

Peluncuran jalur SNMPTN (prestasi) dibuka mulai 4 Januari 2019. Proses pendaftarannya diawali dengan pengisian dan verifikasi Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS) pada 4-25 Januari 2019. Setelah berhasil, sekolah diminta mendaftarkan diri antara 4-14 Februari 2019. Hasil pendaftaran SNMPTN ini akan diumumkan pada 2 Maret 2019.

Adapun pendaftaran jalur SBMPTN dalam bentuk Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dibuka mulai 1 Maret-1 April 2019. Pada jalur ini peserta terlebih dahulu wajib mengikuti UTBK yang digelar pada 13 April-26 Mei 2019. UTBK dilaksanakan sebanyak 10 kali atau sebanyak 20 sesi. Sedangkan pengumuman hasil UTBK akan dilakukan pada 23 April-2 Juni 2019.

Setelah lulus UTBK, peserta langsung melakukan pendaftaran SBMPTN yang digelar pada 10-24 Januari 2019. Sementara pengumuman kelulusan SBMPTN dilakukan pada 9 Juli 2019.

SNMPTN (prestasi akademik) dan SBMPTN (ujian tulis) diselenggarakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) dan dibuka secara nasional. Sedangkan SPAN PTKIN (prestasi akademik) dan UM PTKIN (jalur tulis) diselenggarakan oleh Forum Rektor PTKIN se-Indonesia dan Direktorat Pendidikan Keagamaan Islam Negeri Kementerian Agama RI. Sementara SPMB Mandiri (ujian tulis) diselenggarakan oleh UIN Jakarta secara mandiri. (ns)

Share This