Auditorium, BERITA UIN Online – Rektor UIN Jakarta Amany Lubis melantik Jamhari Makruf sebagai Direktur Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Jakarta periode 2019-2023. Selain Jamhari, Rektor juga melantik 12 dekan fakultas serta dua kepala lembaga untuk masa periode yang sama.

Pelantikan Jamhari dilakukan di Auditorium Harun Nasution, Senin (11/3/2019). Turut hadir para wakil rektor, kepala biro, serta sejumlah guru besar.

Guru besar bidang Ilmu Antropologi pada Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) itu dilantik menggantikan Masykuri Abdillah yang habis masa jabatannya. Sebelumnya, ia pernah dua kali mencalonkan diri menjadi rektor UIN Jakarta untuk periode 2015-2019 dan 2019-2023.

Namun, nasib rupanya belum beruntung. Ia pun lalu banyak menyibukkan diri dengan mengajar di almamaternya dan meneliti di Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta.

Jamhari Makruf lahir di Klaten, Jawa Tengah, pada 23 Maret 1965. Setamat mondok di Pabelan, Magelang, Jawa Tengah, ia melanjutkan pendidikan ke IAIN Jakarta hingga tamat tahun 1990. Enam tahun kemudian, tepatnya tahun 1996, ia menyandang gelar Master dari dari Department of Anthropology and Archaeology, Faculty of Arts, The Australian National University (ANU). Lalu gelar doktornya, ia raih dari universitas yang sama di tahun 2000. Sementara jabatan guru besarnya, ia raih pada tahun 2014.

Selain aktif menjadi tenaga pengajar di FDIK dan SPs UIN Jakarta, mantan wakil rektor bidang akademik (2006-2010) dan wakil rektor bidang kerja sama dan pengembangan lembaga (2010-2015) UIN Jakarta itu juga banyak berkutat dengan dunia penelitian.

Sejak 2001-2006, Jamhari menjabat sebagai Direktur PPIM. Saat ini ia masih terlibat aktif sebagai Associate Senior Advisor di Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Indonesia (PSIK-Indonesia).

Ia juga memperoleh banyak grants and awards, di antaranya Visiting Fellow 2014, The University of Melbourne, Research Grant from Japan ASEAN Integrative Fund 2008-2011, Research Grant From Japan Science Research Program 2005-2008, Finalist Best Australian Alumni, The Embassy of Australia in Jakarta 2008, Asian Leaders Fellowship Program, Japan Foundation 2004, PhD Scholarship from AUSAID di the Australian National University 1995-1999, MA Scholarship from AUSAID at the Australian National University, 1993-1995, dan The Best Graduates of IAIN Jakarta tahun 1990.

Selain sibuk mengajar dan meneliti, Jamhari juga tercatat sebagai penulis produktif di sejumlah jurnal nasional dan internasional. Beberapa karya berupa buku maupun artikel yang ditulisnya, antara lain, Introduction to Islam dan Ziarah Tradition dalam James Fox (Ed), Religion and Ritual, Indonesian Heritage Series (Archipelago Press 1998), New Trend of Islamic Education (Studia Islamika, vol 16, no 2, 2009), Islamic Legal Education in Indonesia: Tradition and Transition (with Jemma Parson in Legal Eduation in Asia, Stacey Steele and Kathryn Taylor, Routledge Law in Asia, 2010), Perception and attitudes toward Terrorism in a Muslim Majority Country (Asian Social Science Journal, the Canadian Center of Science and Education, Vol. 8, no 4, 2012), dan Perubahan IAIN ke UIN: Prospek dan Tantangan (UIN Press dan Prenada Jakarta, 2013). (ns/dari berbagai sumber)

Share This