Depok, BERITA UIN Online– Tiga agenda penting Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) tahun 2019 bakal segera direalisasikan. Demikian agenda Rapat Pimpinan (Rapim) FITK kemarin, Selasa (9/4/2019) di Ruang Pertemuan Gedung PPG FITK Sawangan Depok.

Tiga agenda penting itu adalah Seminar Nasional, International Conference on Education Muslim Society (ICEMS V), dan Diskusi Dosen (Disdos) tentang Implementasi Integrasi Keilmuan.

Dalam Rapim yang dipimpin langsung Dekan FITK Dr Sururin itu diawali pembahasan persiapan Seminar Nasional yang bakal digelar pada 2 Mei 2019 dengan Keynote Speech dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti).

“Pesiapan sudah 85%, rundown sudah finish, narsum sudah fix semua, beberapa peserta sudah mendaftar, tinggal menunggu konfirmasi dari Kemenristek Dikti,” ujar Ketua Pelaksana Semnas Dr Ubaid Ridho MA melaporkan.

Berdasarkan hasil diskusi peserta Rapim yang terdiri dari Dekanat, Kepala dan Sekretaris Lab, Kepala dan Sekretaris Prodi itu disepakati untuk membebaskan biaya pendaftaran bagi dosen dan mahasiswa FITK sebagai peserta.

“Dosen dan mahasiswa FITK gratis. Untuk informasi selengkapnya klik https://fitk.uinjkt.ac.id/seminar-nasional-fitk-2019/,” imbuh Ubaid.

Selain itu, lanjut Ubaid, sebagaimana usulan Dekan FITK, dalam Semnas tersebut akan dipilih tiga artikel terbaik versi dosen, mahasiswa, dan peserta guru untuk diberikan sertifikat.

“Selain sertifikat, artikel terbaik akan diterbitkan di Jurnal FITK dan rekomendasi Semnas akan ditembuskan ke pemerintah untuk dapat ditindaklanjuti,” pungkas Ubaid.

Sementara untuk ICEMS, Didin Nuruddin PhD selaku Ketua Pelaksana menginformasikan pelaksanaannya pada 1-2 Oktober 2019 bersamaan dengan acara ICIS Kementerian Keagamaan.

Pada kesempatan tersebut, Kaprodi Magister PBA Dr Muhbib mengusulkan dalam ICEMS V ini untuk menghadirkan juga narsum dengan latar belakang yang berbeda dengan spirit integrasi keilmuan.

“Selain narsum berbahasa Inggris, hadirkan pula narsum dari Timur Tengah atau dosen LIPIA berbahasa Arab, saya siap bantu,” ujar Muhbib sembari menambahkan, “Keynote Speech jangan hanya dari luar, hadirkan juga dosen UIN Jakarta,” tandasnya.

Terakhir, Rapim membahas Disdos FITK dengan tema Implementasi Integrasi Keilmuan. Pada kesempatan tersebut, Sururin mengusulkan agar dalam Disdos dapat dihadirkan pemikiran dari dosen FITK pakar Fikih, Tafsir, Hadis, Sejarah, dan lain sebagainya.

“SK Rektor terkait pedoman Integrasi Keilmuan sudah ada, FITK bisa mengawali dengan implementasinya,” ujar Sururin.

Untuk pemikiran tokoh, lanjutnya, bisa dimulai dari Prof Dr Zakiyah, Prof Dr Muardi, Prof Dr Abd Rahman Ghozali, Prof Dr M Ardani dari PAI, Prof Dr D Hidayat dari PBA, Prof Dr Rusmin Tumanggor dari IPS, Prof Dr Husni Rahim dari Manajemen Pendidikan, dan lain sebagainya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Alumni dan Kerjasama Dr Fauzan MA menambahkan perlunya konsep yang jelas antara integrasi dan islamisasi.

“Perlu diperjelas, yang akan diterapkan integrasi keilmuan atau islamisasi ilmu,” ujar Fauzan.

Integrasi, tambah Fauzan, harus masuk ke ruang kebijakan dan masuk dalam kurikulum, tidak hanya sebatas wacana yang tidak terimplementasi.

“Mesti dicari bersama konsep integrasi yang akan diterapkan,” pungkasnya.

Selain perencanaan tiga agenda besar tersebut, disampaikan pula sosialisasi IKU FITK 2019 dan dukungan terhadap Prodi PMTK untuk melakukan naik banding nilai akreditasi. (lrf/mf)

Share This