Ciputat, BERITA UIN Online— Lima program bakal jadi andalan UIN Jakarta dalam menjembatani sivitas akademikanya menjangkau iklim akademik dunia. Program-program ini diharap mampu menumbuhkan iklim akademik UIN Jakarta lebih baik, selaras dengan pengalaman terbaik lembaga pendidikan terbaik global.

Demikian Wakil Rektor Bidang Kerjasama Prof. Dr. Andi M. Faisal Bakti saat membuka kegiatan Treasures of the Asian Library at Leiden University di Gedung Pusat Perpustakaan UIN Jakarta, Senin (15/04/2019). “Kami menyebutnya program five in one,” sebutnya.

Program pertama, sebutnya, program pertukaran dosen dan professor atau exchange of professor and lecturer. Program ini akan direalisasikan UIN Jakarta dengan mengirim professor dan dosen terpilih untuk mengajar dan melakukan riset perguruan tinggi terbaik dunia.

“Sebaliknya, kita juga bisa mengundang dosen dan professor luar untuk mengajar dan meneliti di UIN Jakarta,” terangnya.

Kedua, lanjutnya, program pertukaran peneliti atau exchange of researcher. Ini dilakukan dengan mengirim para dosen peneliti atau mahasiswa magister dan doktor meneliti di luar negeri. Begitu juga sebaliknya dosen dan mahasiswa luar negeri untuk menliti di UIN Jakarta.

Ketiga, pertukaran sumber daya manajemen universitas atau exchange of employee. Ini dilakukan dengan mengirim para sumber daya manusia di unit struktural UIN Jakarta untuk dikursuskan ke perguruan tinggi dengan sistem pelayanan akademik terbaik.

Selanjutnya, program pertukaran mahasiswa atau exchange of student. Ini dilakukan dengan mengirim belajar para mahasiswa untuk belajar dalam satu atau dua semester di perguruan tinggi tujuan.

“Sebaliknya, kita juga undang mahasiswa luar untuk belajar beberapa waktu di UIN Jakarta. Dengan begitu bisa didapat pertukaran iklim akademik mahasiswa yang lebih baik,” katanya.

Terakhir program pertukaran buku atau referensi antar dosen UIN Jakarta dengan perguruan tinggi dunia atau exchange of book or reference. Ini dilakukan dengan mengumpulkan buku-buku atau karya tulis dosen UIN Jakarta untuk diterjemahkan untuk dipertukarkan dengan karya akademisi luar.

Program pertukaran buku, sambungnya, layak jadi jembatan dengan tradisi akademik global karena produktifitas sivitas akademika UIN Jakarta menulis buku dan karya akademik lainnya. “Karya-karya mereka diterjemahkan, diterbitkan, untuk kemudian jadi bahan pertukaran dengan para akademisi dunia,” paparnya. (zae)

Share This