Auditorium Utama, BERITA UIN Online— Rektor UIN Jakarta, Prof. Dr. Amany Lubis, akhirnya melantik empat wakil rektor baru untuk mendampinginya melaksanakan tugas kepemimpinan hingga 2023 mendatang. Pelantikan dilakukan di Ruang Auditorium Utama, Rabu pagi ini (6/2/2019), dihadiri sejumlah dekan, para kepala biro, para ketua lembaga, dan sivitas akademi UIN Jakarta.

Keempat wakil rektor baru, masing-masing Prof. Dr. Zulkifli MA sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Prof. Dr. Ahmad Rodoni MM sebagai Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum. Selanjutnya, Prof. Dr. Masri Mansoer MA sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, dan Prof. Dr. Andi M. Faisal Bakti MA sebagai Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga.

Sebelum diangkat menjadi Wakil Rektor Bidang Akademik, Zulkifli merupakan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Jakarta. Selain itu, lelaki kelahiran Bangka Belitung pada 13 Agustus 1966 ini merupakan Guru Besar Antropologi Sosial Budaya.

Zulkifli menyelesaikan pendidikan sarjananya dari IAIN Raden Fatah, Palembang, Sumatera Selatan. Setelahnya, Zulkfili menempuh pendidikan magisternya di The Australian National University dan doktornya di Department of Islamic Studies, Faculty of Humanities, Leiden University.

Saat menuntaskan studi doktoralnya, Zulkifli menulis disertasi berjudul The Struggle of the Shi’is in Indonesia di bawah bimbingan C. van Dijk dan N.J.G. Kaptein. Selain mengajar dan melakukan riset, Zulkifli menulis puluhan artikel ilmiah dan sejumlah buku rujukan.

Adapun Rodoni, sebelum diangkat menjadi Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, ia merupakan Wakil Direktur SPs UIN Jakarta. Lelaki kelahiran Jakarta 3 Februari 1969 ini menempuh pendidikan sarjananya di Universitas Trisakti, lalu Magister Manajemen dari Universitas Gadjah Mada, dan doktor dari Universitas Kebangsaan Malaysia.

Di luar aktifitasnya mengajar, Rodoni melahirkan sejumlah penelitian dan publikasi keuangan syariah. Sebagai putera Betawi, Rodoni juga memiliki perhatian cukup besar dalam pengembangan budaya asalnya dengan turut membidani lahirnya Pusat Studi Betawi tahun 2015 lalu.

Sementara Masri, sebelum ditunjuk jadi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, ia merupakan Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta. Guru Besar Sosiologi kelahiran Paninggahan Solok, Sumatera Barat pada 6 Oktober 1962 ini menempuh pendidikan sarjananya di Prodi Aqidah Filsafat IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (kini, UIN Jakarta) 1987.

Selanjutnya, Masri menyelesaikan kuliah magisternya dari Universitas Muhammadiyah Jakarta. Tahun 2008, ia berhasil menuntaskan pendidikan doktornya pada Program Doktor Penyuluhan Pembangunan, Institut Pertanian Bogor. Di luar aktifitas mengajar dan memimpin Fakultas Ushuluddin, Masri menulis sejumlah riset dan mempublikasikan sejumlah karya akademiknya dalam berbagai jurnal.

Terakhir, Andi. Sebelum diangkat menjadi Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga, ia merupakan Guru Besar Ilmu Komunikasi FIDIKOM UIN Jakarta. Pakar komunikasi kelahiran Wajo, Sulawesi Selatan, 15 November 1962 ini menempuh pendidikan sarjananya dari IAIN Alauddin Makasar tahun 1986, program Master Komunikasi antar Budaya dari McGill University tahun 1993, Doktor di Universite du Quebec a Montreal (UQAM), Kanada, tahun 1998.

Tesis yang dipertahankannya di McGill University, Islam and Nation State Formation in Indonesia, a Cross Cultural Perspective, diterbitkan dengan judul Nation Building: Kontribusi Muslim dalam Komunikasi Lintas Agama dan Budaya terhadap Kebangkitan Bangsa Indonesia (Logos, 2000 dan 2006). Sedang disertasi Communication, Islam, and Development in Indonesia: Various Perspectives of the South Sulawesi Muslim Population on Family Planning and Welfare belakangan diterbitkan INIS, Leiden (2004). (zae)

Share This