Masjid Fathullah, BERITA UIN Online– Ulama Palestina Syekh Nashif Nashir berkesempatan hadir di Masjid Fathullah UIN Jakarta sebagai narasumber Kajian Internasional Kepalestinaan dalam kegiatan yang dihelat Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Syahid UIN Jakarta, bekerjasama dengan LDK al-Birru STEI SEBI, Kamis (23/11/2017).

“Ini edisi spesial bertajuk Mengenal Palestina Lebih Dekat guna mengingatkan kaum muslimin dan merefleksikan kembali perjuangan saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Ketua LDK Syahid Mushab Izzudin.

Ulama Palestina Syeikh Nashif Nashir menjadi narasumber dalam Kajian Kepalestinaan yang digelar LDK Syahid, Kamis (23/11/2017) di Masjid Fathullah UIN Jakarta

Sementara itu, Syekh Nashif Nashir dalam paparannya mengatakan, al-Aqsha merupakan inti dari dunia, al-Quds adalah mahkota dunia dan Baitul Maqdis adalah al-Quran yang sering dibaca umat manusia.

“Manusia lebih membutuhkan al-Quran daripada paru-paru yang membutuhkan oksigen dan mata yang membutuhkan cahaya,” ujar Syekh Nashif Nashir.

Ditegaskannya, banyak sekali gambaran mengenai al-Aqsha, al-Quds dan Palestina di dalam al-Quran. Menurutnya, al-Aqsha bukan hanya milik Palestina, bukan pula milik orang Arab, namun milik umat Islam. Lebih lanjut, beliau mengabarkan bahwa Palestina saat ini sedang mengalami musim dingin hingga Februari mendatang.

“Masyarakat Palestina saat ini butuh bantuan berupa baju hangat dan selimut,” imbuhnya.

Sebagai motivasi kepada para mahasiswa yang hadir, Syekh Nashif Nashir kemudian menceritakan kisah Siti Maryam dan Nabi Yusuf. Maryam adalah wanita yang Allah berikan kemuliaan. Kisahnya diabadikan di dalam al-Qur’an.

“Allah berbicara tentang Maryam, tapi tidak secara langsung. Karena ia sudah meninggal setelah al-Quran turun. Oleh karena itu, ketika Anda para wanita membaca surat Maryam, artinya Allah berbicara kepada kalian,” terang Syekh Nashif di depan puluhan peserta.

Beliau pun melanjutkan dengan kisah Nabi Yusuf yang diuji Allah dengan pengkhianatan saudaranya, godaan wanita dan pada akhirnya dipenjara.

“Beliau tetap bersabar dan tetap menjadi orang baik. Inilah yang harus diteladani bagi siapapun yang ingin menjadi menteri atau pejabat negara untuk memakmurkan negerinya,” pungkasnya.

Di akhir paparan, Syeikh Nashif berdoa untuk keberkahan UIN Jakarta dan Indonesia yang mendukung perjuangan rakyat Palestina.

Pada kesempatan yang sama, Staff Departemen Sebi Solidarity for Palestine Muhammad Malik Sayyid Ahmad mengungkapkan tujuan dan harapan dari kajian ini adalah untuk memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya di Jabodetabek.

“Kami juga ingin menyampaikan informasi terkait kondisi Palestina saat ini yang sedang mengalami musim dingin. Maka kami mengajak semua yang hadir untuk dapat memberikan donasi,” ungkap Sayyid.

Diketahui, terkumpul donasi sebesar Rp 2.109.800 dalam acara tersebut yang akan disalurkan melalui Komite Nasional untuk Rakyat Palestina.

Di penghujung acara, dilakukan peluncuran Lembaga Semi Otonom (LSO) baru dari LDK Syahid, yaitu LSO Remaja Masjid Syahid. Peluncuran ini diresmikan oleh ketua LDK Syahid Mus’ab Izzudin mewakili ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid al-Jami’ah UIN Jakarta. (mf)

Share This