Gedung Rektorat, BERITA UIN Online – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Jakarta menggelar Festival Ekonomi Syariah Internasional secara virtual pada 18-20 Oktober 2021.  Festival seri bertajuk “Optimalisasi Potensi Ekonomi Syariah dalam Pemulihan Ekonomi Pasca-Covid-19” itu diikuti oleh kalangan akademisi dan praktisi lembaga keuangan syariah.

HMPS Ekonomi Syariah dalam siaran persnya yang diterima BERITA UIN Online, Senin (18/10/2021), menerangkan, Festival Ekonomi Syariah digelar atas kerja sama dengan Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI). Festival bertujuan untuk mencari berbagai pemikiran dalam upaya mengoptimalkan kembali potensi ekonomi syariah guna memulihkan geliat ekonomi pasca-Covid-19.

Dalam festival tersebut, sejumlah narasumber dari dalam dan luar negeri tampil sebagai pembicara. Festival juga menghadirkan Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin sebagai pembicara kunci.

“Festival juga dihadiri Rektor UIN Jakarta Amany Lubis dan Dekan FEB Amilin. Keduanya juga tampil memberi sambutan,” kata siaran pers.

Pada seri pertama, pembicara yang tampil adalah Direktur Islamic Economic Forum for Indonesian Development (ISEFID) Malaysia Imam Zulfian, Manajer Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Tangerang Selatan Agus Subandi, dan Kepala Bidang Pengembangan Pasar Modal dan Industri Keuangan Syariah Non Bank (IKNB) IAEI Fadilah Kartikasasi.

Kemudian di seri kedua, pembicara yang akan tampil adalah Ketua Yayasan Zakat Nasional se-Dunia Azim Kidwai,  Pendiri dan CEO Alami Fintech Indonesia Harza Sandityo,  Kepala Divisi Pengembangan Industri Halal dan Kreatif IAEI  Riyanto Sofyan, dan Syed Muhammad Abdul Rehman Shah (Dosen Universitas Teknik dan Teknologi Taxila, Pakistan, Pakistan.

Sementara di seri ketiga, para pembicara yang tampil adalah Guru Besar Bidang Ekonomi Islam dan Ketua Program Studi Doktor Perbankan Syariah FEB Euis Amalia, Asisten Profesor Universtas Szabist Pakistan Salman Ahmed Shaikh, Deputi Bisnis Badan Pegadaian Kramatjati Alnafiah Alius, dan Presiden Komisaris Bank Syariah Indonesia (BSI) Adiwarman A. Karim. (ns)

Share This