Ciputat, BERITA UIN Online– Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UIN Jakarta menggelar acara Halal Bi Halal (HBH) virtual Idul Fitri 1441 H pada Jumat, 29/05/2020 melalui aplikasi Zoom Meeting bertema Ukhuwah Islamiyah di Era New Normal Life Bersama Prof Din Syamsuddin.

Acara yang dihadiri secara virtual oleh Rektor UIN Jakarta Prof Dr Hj Amany Lubis MA dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof Dr Masri Mansur MA itu dibuka dekan FIKES Dr Zilhadia MSc Apt. Didapuk sebagai pemberi taushiah Guru Besar Ilmu Politik Islam FISIP UIN Jakarta Prof Dr KH Din Syamsuddin.

Dalam sambutannya, Zilhadia menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin dalam suasana Idul Fitri kepada seluruh sivitas akademik FIKES terutama di masa pandemik Covid-19 ini.

“Walau fisik kita berjauhan karena pandemik ini, pada HBH kali ini kita masih bisa berjabat hati saling memaafkan, kesalahan-kesalahan dan semuanya kita lebur dalam acara halal bihalal ini,” ujar Zilhadia dalam acara yang diikuti para pejabat FIKES, sejumlah dosen, mahasiswa, dan alumni tersebut.

Zilhadia mengutip kisah yang disampaikan Rasulullah SAW tentang sahabat yang menjadi penghuni surga karena memaafkan kesalahan orang-orang yang ada dalam kehidupannya sebelum beranjak tidur dan meminta maaf kepada mereka.

“Ini jadi motivasi bagi kita untuk senantiasa saling mengikhlaskan dan memaafkan di antara kita,” tandasnya.

Ditambahkannya, FIKES berusaha untuk memaksimalkan program-program yang telah direncanakan sebelumnya, seperti kegiatan international konferensi dan jurnal untuk tetap terbit seperti biasa walaupun mundur dari jadwal semula.

Sementara tugas-tugas rutin mengajar, paparnya, terasa lebih berat karena dilakukan virtual untuk menyampaikan kompetensi kesehatan dan menjadi fokus yang tidak boleh ditinggalkan.

“Lulusan FIKES harus punya kompetensi, skill, dan kreativitas terutama dalam menghadapi pandemik ini,” tandasnya.

Diinformasikannya, pelayanan kepada mahasiswa dan dosen tetap dibuka selama dua hari dalam seminggu pada Senin dan Kamis agar efektif.

Pada kesempatan yang sama, Masri dalam sambutannya berharap amaliyah Ramadhan yang telah dikerjakan dapat menjadi wasilah untuk selalu sehat guna meningkatkan kreatifitas dalam kontek kehidupan di masa covid ini.

“FIKES yang berkompeten dalam bidang ilmiah dan kesehatan dituntut untuk mampu berkreatifitas memberikan edukasi kepada masyarakat karena kompeten secara keilmiahan dan kesehatan,” ujar Masri.

Pandemik Covid-19 ini, lanjutnya, dapat dijadikan momen untuk berkarya memberikan sumbangsih yang terbaik agar masyarakat menjadi lebih cerdas dalam menjalani kehidupan di era new normal life ini. Pasalnya, kata Masri, tidak semua orang paham dan mengerti kondisi yang terjadi saat sekarang ini.

Dilanjutkan taushiah Din Syamsudin yang menguraikan secara rinci makna Ukhuwah Islamiyah di era new normal life. Menurutnya, munculnya pandemik Covid-19 ini tidak terlepas dari kerusakan ekologis yang berimbas kepada perubahan iklim dan krisis lingkungan hidup yang serius.

“Dalam pertemuan kaum agamawan di New York dinyatakan bahwa terjadinya pandemik ini berawal dari krisis moral yang mempersepsikan alam sebagai objek yang mudah dieksploitasi,” ujar Din.

Ini semua, sambungnya, membawa dampak kepada kehidupan global yang menyebabkan kerusakan ekologis. Penyelesaiannya, papar Guru Besar Politik Islam FISIP UIN Jakarta itu, meniscayakan pendekatan yang bersifat komprehensif dan fundamendal bahkan radikal. Inilah peran penting ukhuwah islamiyah dan ukhuwah insaniyah dalam tingkat lokal dan global.

Sementara Rektor Amany yang berkesempatan memberikan sambutan, mengungkapkan kegembiraannya dengan perkembangan yang sudah dicapai FIKES selama ini.

“FIKES termasuk fakultas unggulan di UIN Jakarta. Terlihat dengan peminat yang banyak di lima prodi FIKES,” ujar Amany.

Dalam pencegahan dan edukasi penyakit Covid-19, lanjut Amany, sumbangsih FIKES sangat menonjol sekali dengan jumlah mahasiswa FIKES yang tercatat sebanyak 20 orang menjadi relawan perawatan pasien Covid-19.

Selain itu, tambahnya, dengan Prodi Farmasinya, FIKES mampu membuat handsanitizer dengan jumlah yang banyak untuk diberikan kepada lembaga dan masyarakat.

“Upaya UIN Jakarta untuk terus berkembang dan maju ke depan dibuktikan di FIKES sebagai wujud dari integrasi ilmu yang kental dan penerapan moderasi beragama,” pungkasnya.

Sebelum acara diakhiri, alumni FIKES Nurdiansah yang menjadi perawat pasien Covid-19 di RSPI Sulianti Saroso diberikan kesempatan untuk menyampaikan testimoni pengalamannya selama merawat pasien Covid-19 di rumah sakit tersebut. (zm/mf)

Share This