Hari Kedua Workshop, PSGA UIN Jakarta Perkuat Kapasitas Teknis Penulisan Karya Ilmiah Isu Gender
Hotel ADIA Suites, Berita UIN Online - Memasuki hari kedua pelaksanaan "Workshop Penulisan Ilmiah Isu Gender dan Anak," Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memfokuskan kegiatan pada penguatan aspek teknis penulisan karya ilmiah. Sesi ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan praktis dalam menyusun tulisan akademik yang tidak hanya sesuai kaidah ilmiah, tetapi juga mampu mengangkat isu gender dan anak secara tajam dan argumentatif, di Hotel ADIA Suites, Rabu (15/4/2026)
Hadir sebagai narasumber, Dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta sekaligus peneliti gender, Dr. Sa’diyah El-Adawiyah, M.Si., yang menceritakan pengalamannya sebagai peneliti gender senior dan memberikan penguatan terkait pentingnya perspektif gender dalam penelitian ilmiah. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa sensitivitas gender harus menjadi landasan dalam setiap proses penelitian, mulai dari pemilihan topik hingga analisis.
Ia juga menyoroti bahwa penulisan karya ilmiah yang mengangkat isu gender memerlukan kehati-hatian dalam penggunaan konsep dan data, agar tidak melanggengkan bias maupun stereotip yang merugikan kelompok tertentu.
Selanjutnya, sesi dilanjutkan oleh Ahmad Hamdani, M.Si.P., C.P.S., yang dikenal sebagai Lecturer & Public Speaker, dengan pemaparan komprehensif terkait teknik penulisan karya ilmiah. Ia menguraikan pentingnya membangun kerangka tulisan yang sistematis, mulai dari penentuan topik, perumusan masalah, penyusunan tinjauan pustaka, hingga teknik analisis dan penyajian data.
Ia menekankan bahwa dalam konteks isu gender dan anak, penulis dituntut tidak hanya memahami substansi, tetapi juga mampu mengkomunikasikannya secara efektif dalam bentuk tulisan ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Karya ilmiah harus disusun secara runtut, berbasis data, dan memiliki argumentasi yang kuat. Terlebih ketika kita berbicara tentang isu gender dan kekerasan seksual, diperlukan sensitivitas sekaligus ketajaman analisis agar tulisan kita tidak bias dan tetap berpihak pada keadilan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam penulisan ilmiah adalah konsistensi dalam menjaga alur berpikir dan relevansi antarbagian tulisan. Oleh karena itu, peserta didorong untuk aktif berlatih menyusun kerangka tulisan (outline) sebelum mengembangkan naskah secara utuh.
Selain pemaparan materi, sesi hari kedua ini juga diisi dengan praktik langsung, yakni peserta diminta menyusun rancangan karya ilmiah berdasarkan isu-isu gender dan anak yang telah dipilih sebelumnya.
Workshop kemudian ditutup oleh Kepala Pusat Studi Gender dan Anak UIN Jakarta, Dr. Hj. Wiwi Sajaroh, M.Ag. Dalam penutupnya, ia menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif seluruh peserta dan kontribusi para narasumber yang telah berbagi pengetahuan dan pengalaman.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PSGA UIN Jakarta dalam mendorong lahirnya karya-karya ilmiah yang berperspektif gender dan responsif terhadap isu-isu sosial, khususnya kekerasan seksual dan perlindungan anak.
“Harapan kami, para peserta tidak berhenti pada workshop ini saja, tetapi terus melanjutkan proses belajar dan menulis. Kampus membutuhkan lebih banyak karya ilmiah yang mampu menghadirkan perspektif gender secara kuat dan berkeadilan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penguatan literasi gender melalui karya ilmiah merupakan langkah strategis dalam membangun lingkungan akademik yang inklusif dan sensitif terhadap isu-isu kemanusiaan.
(Aida Adha S./Fauziah M./Zaenal M./Muhamad Arifin Iham/Foto : PSGA UIN Jakarta)