Dalam artikel terdahulu dijelaskan pendapat Demokrotus (460-390 SM) yang menggambarkan asal-usul alam semesta adalah atom, sebuah makhluk terkecil yang tak dapat dipisah atau diurai lagi dan itulah yang merupakan substansi dan asal-usul alam semesta, termasuk manusia. Pendapat lain muncul dari filosof Yunani Kuno, yaitu Thales (625-545 SM). Ia mengatakan, asal-usul alam semesta ini bukan benda padat, tetapi dari air.

Air (H2O) adalah zat kimia yang transparan, tidak terasa, tidak berbau, dan hampir tidak berwarna, yang merupakan unsur utama sungai, danau, lautan, bumi, dan cairan dari sebagian besar organisme hidup. Air merupakan kalori atau nutrisi organik. Formula bahwa setiap molekulnya mengandung satu oksigen dan dua atom hidrogen, dihubungkan oleh ikatan kovalen.

Dalam Alquran, air lebih banyak disebut sebagian al-ma’ (air). Air (al-ma’) dalam kamus Lisan al-‘Arab, memiliki banyak pengertian, bukan hanya air dalam arti the water yang sering diminum atau digunakan mencuci.

Kata al-ma’ berasal dari akar kata maha-yamuhu-mauhan (memberi minum, mencampur), kemudian membentuk kata al-mahu= al-ma’u (air), al-mahiyah (hakikat, substansi), al-mawiyyah= al-mir’ah (kaca cermin). Air juga sering disamakan dengan hujan (almathar). Air suci dan menyucikan (al-ma’al-thahir) ialah air kasih sayang (ma’al-riyadihah) dari lautan suci yang membersikan dan menyucikan hambaNya hingga betul-betul suci. Apalagi dalam syair-syair bahasa Arab, air (al-ma’) sering digunakan sebagai istilah simbolis untuk suatu yang lembut, tawadhu, merendah, lawan dari kasar, batu, atau sering diperhadap-hadapkan dengan panas (al-harr).

Di dalam Alquran dijelaskan; Wa anzala minal al-sama’ maan thahura (…dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih, QS al-Furqan [25]: 48). Wa huwa al-ladzi khalaqa min al-sama’ basyaran fa ja’alahu nasaban wa shihran (Dan Dia yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah; QS al-Furqan [25]: 54). Wa yunazzila ‘alaikum min al-sama’I maan li yuthahhirakum bihi wa yadzhiba ‘ankum rij al-syaithan wa liyurbitha ‘ala qulubikum wa yutsabbitt bihi al-aqdam (…dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan setan dan menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki(mu); QS al-Anfal: 11).

Di dalam ayat-ayat tersebut dijelaskan bahwa air bukan hanya mampu membersihkan kotoran fisik, tetapi juga kotoran nonfisik, termasuk air juga menghilangkan gangguan setan. Multifungsi air yang sedemikian luas di dalam Alquran ditemukan pembenaran ilmiyahnya oleh Dr Masaru Emoto dari Yokohama Municipal University, yang terkenal dengan bukunya, The Hidden Message in Water, yang intinya sudah diseminarkan oleh badan dunia, UNICEF pada 2005.

Penelitian Dr Emoto ialah air murni yang diambil dari mata air atau danau diberi rangsangan berbagai jenis pesan ungkapan doa atau perasaan, baik dalam bentuk tulisan, gambar, foto, maupun musik, kemudian disimpan di lemari pendingin -5 derajat Celcius, sehingga air mengkristal, lalu difoto dengan teknologi tinggi. Setelah mengkristal, terlihat dengan jelas pikiran dan ucapan dimaksud melahirkan vibrasi yang bisa mengubah susunan molekul benda-benda, sehingga tampak dengan gambar sangat indah sekali. Menurut hasil penelitian Masaru Emoto, air adalah salah satu makhluk yang paling sensitif menerima pesanan dari lingkungannya.

Temuan Dr Masaru Emoto di atas juga semakin menjelaskan makna ayat: Wa ja’alna min al-mai hayyun, afala yu’minun (…dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?; QS al-Anbiya ‘[21]: 30). Dalam ayat lain dikatakan: “Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.”(QS al-Baqara [2]: 22).

Air memiliki kekuatan untuk mampu membersihkan kotoran lahiriah dan batiniah serta mampu memberikan shock therapy untuk menormalkan kembali pusat kesadaran dan kekuatan sensorik manusia. Penelitian juga membuktikan bahwa anggota badan yang menjadi objek yang akan dibersihkan ternyata juga mengandung kadar air yang banyak, seperti tubuh 65 persen, otak 74,5 persen, otot 75,6 persen, darah 83 persen, ginjal 82,7 persen, dan tulang 22 persen. Dengan demikian, wajar jika air sebagai alat penyuci paling efektif.

Persoalannya sekarang, apakah alam semesta ini berasal dari air? Dalam Alquran ditemukan banyak ayat yang mengisyaratkan. Salah satu di antara ayat itu menegaskan bahwa segala sesuatu itu bersumber dari air: “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasannya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah sesuatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? (QS al-Anbiya [21]: 30). Allahu a’lam.

Prof Dr Nasaruddin Umar MA, Guru Besar Ilmu Alquran Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sumber: Republika, Jumat, 30 Agustus 2019. (lrf/mf)

Share This