Jakarta, BERITA UIN Online— Pemerintah Jepang kembali memberikan penghargaan “The Order of the Rising Sun, Gold, and Silver Star” kepada Guru Besar Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta Muhammad Sirajuddin Syamsuddin atau yang akrab disapa Din Syamsuddin.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kaisar Jepang Akihito, di Istana Kekaisaran, Tokyo, Selasa (06/11/2018). Oleh karena itu, sebagai bentuk apresiasi atas pemberian penghargaan tersebut, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii mengundang jamuan makan malam Din Syamsuddin dan Rektor UIN Jakarta Amany Lubis. Jumat (18/01), bertempat di kediaman Dubes, Kebayoran Baru.

Masafumi, dalam prakatanya mengatakan, penghargaan diberikan atas kontribusi Din Syamsudin dalam mendorong toleransi dan persahabatan juga pemahaman antar masyarakat Islam di Indonesia dengan masyarakat Jepang.

“Kami sangat bahagia dapat memberikan penghargaan ini kepada Din Syamsuddin yang telah bekerja keras mendorong rasa saling memahami antara Jepang dan Indonesia,” kata Masafumi.

Ditambahkannya, penganugerahan Bintang Jasa dari pemerintah Jepang untuk Din Syamsuddin telah dilakukan pada 6 November 2018. Setelah menghadiri acara penyerahan tanda jasa, Din melakukan audiensi dengan Kaisar Jepang Akihito di Istana Kekaisaran Jepang.

Selain itu, Masafumi menilai, Din sebagai salah satu tokoh Islam Indonesia juga telah berkiprah dalam sejumlah dialog kerja sama antar agama. Salah satunya dengan penyelenggaraan Forum Perdamaian Dunia (WPF).

Terlebih, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2010 itu juga membantu mendorong program undangan guru-guru pesantren Indonesia untuk studi ke Jepang, dan juga berkontribusi dalam upaya memperkenalkan pengesahan makanan halal di Jepang. Program ini telah diselenggarakan oleh pemerintah Jepang sejak 2004.

“Din berkontribusi dalam mendorong saling pengertian antar masyarakat Islam di Indonesia dengan masyarakat Jepang.  Program guru-guru pesantren dinilai penting bagi pendidikan agama dan pembentukan pemikiran,” tandas Dubes.

“Berkat upaya dari banyak pihak, termasuk Din, wisatawan Indonesia yang pergi ke Jepang untuk pertama kalinya menyentuh angka 400.000 wisatawan pada 2018. Karena ada makanan halal, wisatawan muslim dari Indonesia tidak perlu repot lagi mencari makan,” ungkap dubes.

Sebagai informasi, penghargaan ini menambah rentetan prestasi Din terkait hubungannya dengan Jepang. Sebelumnya, pada 2016, dia menerima penganugerahan penghargaan dari Menteri Luar Negeri Jepang atas jasa-jasanya dalam mendorong hubungan baik antara masyarakat Islam di Indonesia dan masyarakat Jepang.

Selain pernah menjabat sebagai Ketua Umum MUI periode 2014-2015, Din juga pernah menjabat sebagai Ketua WPF dan Ketua Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations sejak 2007.

Ditambah lagi pada 2017 hingga 2018, pemerintah Indonesia memberi kepercayaan kepada Din untuk memangku jabatan sebagai Utusan Khusus untuk Dialog dan Kerja Sama antar Agama dan Peradaban.

Kepada tim BERITA UIN Online usia menerima penghargaan tersebut Din mengatakan, bahwa sudah saatnya agama di Asia melakukan pelayanan dan menjalankan misi keagamaan mereka. Agama seharusnya dapat memimpin dan membantu mengarahkan kemajuan kawasan serta mencegah dampak-dampak negatif yang sifatnya sekuler.

Selanjutnya, menanggapi hal tersebut, Rektor UIN Jakarta Amany Lubis mengapresiasi serta turut bangga atas penghargaan yang diperoleh Din Syamsuddin tersebut. Dirinya berharap, seluruh sivitas akademika UIN Jakarta termotivasi untuk aktif berkontribusi positif baik skala nasional maupun internasional dalam keahliannya masing-masing guna mengharumkan nama UIN Jakarta khususnya dan Indonesia pada umumnya. (lrf/Sumber lainnya)

Share This