Jakarta, BERITA UIN Online— Islam dan kontribusi masyarakat Muslim tanah air menjadi bagian penting dalam pengembangan sekaligus penguatan demokrasi di Indonesia.  Berbagai komponen bangsa sendiri berkomitmen terus merawat kontribusi Islam terhadap penerapan demokrasi dalam kehidupan sosial di kawasan ini.

Demikian benang merah materi yang disampaikan Guru Besar Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta Prof. Dr. Jamhari Makruf dalam Project 2045 High Level Seminar bertajuk The Path to Peaceful and prosperous Indonesia in 2045, Minggu (9/12/2018). Kegiatan yang dihelat di Hotel Dharmawangsa, DKI Jakarta, digelar atas kerjasama Pemerintah Jepang, UNDP Indonesia, dan  Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA).

Jamhari menuturkan, sejarah demokrasi Indonesia selama ini tidak lepas dari aktualisasi nilai-nilai Islam yang mendorong sikap hidup moderat dan penghargaan terhadap realitas sosial yang plural. Sikap masyarakat Muslim yang terbuka juga turut berkontribusi penting bagi penguatan demokrasi di Indonesia.

“(Dengan demikian, red.) Islam merupakan bagian penting dari demokrasi, dan peran positif kaum Muslimin sangat menentukan bagi perkembangan demokrasi ke depan,” tandasnya.

Kontribusi Islam dan masyarakat Muslim sendiri, lanjutnya, tidak sepi dari tantangan. Meningkatnya sikap dan pandangan intoleran serta berkembangnya paham keagamaan radikal di tengah masyarakat akhir-akhir ini menjadi hambatan serius bagi Indonesia, negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia.

Namun sejauh ini, jelasnya, banyak komponen bangsa baik masyarakat Muslim pada umumnya maupun akademisi berkomitmen terus menyuarakan pentingnya sikap dan pandangan keagamaan yang moderat, terbuka, dan inklusif. Komitmen ini setidaknya terlihat dari berbagai perguruan tinggi maupun lembaga riset yang berupaya keras mendorong peningkatan sikap dan pandangan keagaman demikian.

PPIM UIN Jakarta misalnya, sejak beberapa tahun terakhir melakukan riset sekaligus advokasi kebijakan mengenai pentingnya penguatan pendidikan agama Islam dan bina damai di sekolah dan di kalangan generasi muda. “Salah satunya adalah dengan meningkatkan kapasitas siswa, guru, mahasiswa serta dosen di berbagai lembaga pendidikan keagamaan dan keislaman,” ungkap Dewan Penasehat PPIM UIN Jakarta ini.

Sementara itu, seminar dua hari yang berlangsung semarak ini dihadiri oleh Wakil Presiden RI HM Bapak Jusuf Kalla, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Mr. Masafumi Ishii, Menteri PPN/Kepala Bappenas Prof. Dr. Bambang Brodjonegoro, Joint chairman Project 2045 Dr. Takashi Shiraisi, dan Duta Besar RI untuk Jepang periode 2010-2013 Muhammad Lutfi. Kegiatan sendiri digelar sebagai perayaan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang. (farah nh/yuni nk/zm)

Share This