Gedung Rektorat, BERITA UIN Online— Pemerintah Guinea-Bissau tertarik mengirimkan para mahasiswa dan imam komunitas Muslimnya untuk kuliah dan belajar di UIN Jakarta. Selain karena UIN Jakarta menjadi representasi pendidikan tinggi keislaman nasional, alasan ketertarikannya adalah karakter moderat masyarakat Muslim Indonesia.
Demikian disampaikan Wakil Rektor Bidang Kerjasama UIN Jakarta, Prof. Dr. Andi Faisal Bhakti MA, kepada BERITA UIN Online di kantornya, pekan ini. Menurutnya, ketertarikan tersebut disampaikan langsung Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Guinea-Bissau untuk Indonesia Carlos Antonio Moreno saat bertemu Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Amany Lubis MA di kantornya, Selasa (07/01/2020).
Dalam pertemuan tersebut, sambungnya, Carlos mengapresiasi UIN Jakarta sebagai perguruan tinggi yang menawarkan pendidikan keislaman-keilmuan. Di saat yang sama, ia juga mengapresiasi pandangan dan praktek kehidupan masyarakat Muslim tanah air yang cenderung moderat.
“Dia (dubesnya, red.) pernah ditempatkan di Algeria dan berbagai negara Muslim Timur Tengah. Namun saat ditempatkan di Indonesia, ia melihat Islam yang berbeda, yang sangat ramah,” katanya.
Dengan pandangan dan praktik keislaman seperti demikian, Carlos tertarik mendatangkan mahasiswa dan para imam komunitas Muslim untuk belajar di UIN Jakarta. Kedubes Guinea-Bissau sendiri akan secepatnya mempersiapkan naskah kerjasama dan rancangan kerjasama antara pihaknya dengan UIN Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Amany Lubis MA sendiri merespon positif inisiatif Guinea-Bissau untuk mengirimkan para pelajar dan imam komunitas muslimnya belajar di UIN Jakarta. “UIN Jakarta sangat terbuka bagi mahasiswa dan komunitas berbagai negara yang tertarik belajar di sini,” katanya.
Di UIN Jakarta sendiri, sambung Rektor, terdapat ratusan mahasiswa asal berbagai negara terutama Afrika yang belajar di UIN Jakarta. Selain kuliah di program sarjana, tidak sedikit dari mereka belajar di tingkat magister dan doktoral di berbagai program studi.
Sementara itu, lacakan BERITA UIN Online menemukan, Guinea-Bissau merupakan salahsatu negara republik di kawasan Afrika Barat. Berdasar data PEW Research, penduduk negara berpopulasi 1,8 juta jiwa ini sebanyak 45% diantaranya mempraktekan ajaran Islam, 38% mempraktekan agama lokal, dan 19% lainnya menganut agama Kristen. (zm)

Share This