Gedung FU, BERITA UIN Online – Guna menambah keterampilan mahasiswa, Fakultas Ushuluddin (FU) UIN Jakarta menggelar pelatihan jurnalistik intensif. Acara digelar di aula lantai 3 gedung FU dan dibuka Wakil Dekan Bidang Akademik Kusmana, Kamis (8/8/2019).

Kusmana dalam sambutannya mengatakan, mahasiswa FU harus memiliki keterampilan memadai di bidang kepenulisan. Hal itu akan memberikan kontribusi positif bagi mahasiswa sebagai bekal selepas kuliah nanti.

Menurut Kusmana, dalam sejarahnya mahasiswa FU sejak lama dikenal memiliki tradisi menulis dengan baik . Karena itu tak sedikit dari lulusan FU yang aktif menulis di media massa dan bekerja sebagai wartawan.

Keterampilan menulis bagi mahasiswa sangat ditekankan di FU, apalagi dengan diterapkannya kurikulum baru yang berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Dalam kurikulum baru tersebut, mahasiswa dituntut memiliki keahlian atau keterampilan lain yang dibuktikan dengan adanya sertifikat.

“Dalam kurikulum KKNI, mahasiswa lulus nanti tak hanya memegang ijazah tetapi juga berupa surat keterangan pendamping ijazah (SKPI),” katanya.

Kusmana juga menekankan agar mahasiswa FU, khususnya yang mengikuti pelatihan, dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.  Sebab, katanya, kesempatan mengikuti pelatihan menulis seperti ini jarang terjadi.

“Jadi, saya ingin mahasiswa serius mengikuti apa yang disampaikan oleh para pemateri dan jangan pula dijadikan beban melainkan sebagai tantangan,” tandasnya.

Menurut Kusmana, peserta pelatihan akan diarahkan menjadi reporter dan mengelola penerbitan serta website milik FU.

Ia beharap dari hasil pelatihan mahasiswa dapat memberitakan dan mendokumentasikan seluruh kegiatan di FU. Kelak, dokumentasi kegiatan akan berguna untuk pengisian borang akredtasi program studi yang menjadi salah satu bentuk pertanggungjawaban FU kepada publik.

“Akreditasi ini akan berpengaruh kepada semuanya. Bukan hanya lembaga tetapi juga mahasiswa saat bekerja nanti,” katanya.

Acara pelatihan jurnalistik intensif diikuti oleh 10 mahasiswa. Pemateri pelatihan di antaranya disampaikan oleh wartawan Nanang Syaikhu dan mantan aktivis Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Institut UIN Jakarta Tohirin. Sedangkan materi yang dberikan adalah teknik menulis berita, teknik wawancara, teknik reportase, bahasa jurnalistik, dan teknik pembuatan media. (ns)

Share This