Gedung Rektorat, BERITA UIN Online—Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Jakarta dan Badan Aksesibilitas Komunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI menggelar pelatihan dan penyuluhan literasi digital bagi masyarakat pesisir Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Pelatihan diharap memberi modal berharga bagi masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan usaha mereka.

Demikian disampaikan Dekan FST Prof. Dr. Lily Surraya Eka Putri, M.Env.Stud kepada BERITA UIN Online, Jumat (13/12/2019). Kegiatan pelatihan dan penyuluhan sendiri berlangsung sejak hari Rabu (10/12/2019) dengan melibatkan 26 fasilitator pelatihan, baik dari FST UIN Jakarta maupun BAKTI Kominfo RI.

“Ini kerjasama (FST UIN Jakarta dan BAKTI Kominfor, red.) pertama kali. Dan, Alhamdulillah kita bisa berperan aktif membantu pemahaman literasi digital di daerah Wakatobi,” ujarnya.

Lily menjelaskan, kegitan pelatihan digital literasi kedua lembaga ini bertujuan memberikan pemahaman masyarakat akan pentingnya media digital dalam meningkatkan akses mereka terhadap pendidikan dan ekonomi. Dalam hal ini, bagaimana masyarakat Wakatobi mampu menggunakan media digital dalam menggali potensi ekonomi sumber daya mereka secara positif.

Diketahui, masyarakat Wakatobi merupakan masyarakat pesisir yang memiliki sumber daya ekonomi potensial seperti kelapa, rumput laut, kelapa olahan seperti virgin coconut oil (VCO), dan briket. Dalam pelatihan ini, tim FST-BAKTI mengenalkan sistem digital marketing berbasis teknologi informasi sekaligus pelatihan pembuatan kemasan produk menjadi lebih menarik untuk dipasarkan.

Lebih luas lagi, tim juga akan memberikan pengetahuan kepada masyarakat dalam hal pemasaran produk melalui mall online atau market place digital seperti Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee serta melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter.

Pelatihan sendiri diberikan kepada 100 orang peserta. Masing-masing berasal para guru sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas se-Wakatobi sebanyak 50 orang dan masyarakat pelaku usaha mikro, kecil dan menengah se-Wakatobi sebanyak 50 orang.

Bagi FST UIN Jakarta sendiri, lanjut Lily, kegiatan ini menjadi bentuk pengabdian sivitas akademik bagi masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup mereka. “Kami harapkan kegiatan bisa terus berlanjut ke daerah-daerah terpencil lainnya, seperti Sumba, Kepulauan Alor dan sebagainya. Insya Alloh, FST UIN  Jakarta siap bergerak menerangi dan memberikan pencerahan digital bagi masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (zm/ena)

Share This