Gedung Rektorat, BERITA UIN Online— Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Jakarta menggelar The 5th International Conference on Law and Justice (ICLJ), Rabu (13/10/2021). Kali ini, konferensi mengambil topik “Sharia Law, and sustainability in the New Normal: The Nexus between Legal and Economic Development towards Inclusive Justice”.

Konferensi menghadirkan Wakil Presiden RI Prof. KH Ma’ruf Amin sebagai pembicara kunci. Selain itu, konferensi yang dibuka langsung Rektor UIN Jakarta Profesor Amany Lubis menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai lembaga pendidikan tinggi dunia.

Diantaranya, Profesor Timothy Lindsey dari University of Melbourne, Profesor Ahmad Hidayat bin Buang dari University of Malaya, Profesor Livia Holden dari University of Oxford. Lalu, Profesor Najma Moosa dari University of Western Cape, Prfesor M. Atho Mudzhar dan Profesor Masykuri Abdillah dari UIN Jakarta.

Dalam sambutannya, Rektor Amany mengungkapkan pandemi Covid 19 telah mendorong perkembangan hukum dan ekonomi masyarakat dunia secara drastis. Cara berinteraksi masyarakat juga telah berubah ke tingkat yang tidak pernah disaksikan sebelumnya.

“Dalam situasi seperti itu, kita memang membutuhkan cara-cara baru yang inovatif dalam menghadapi berbagai tantangan akibat pandemi, termasuk cara paling efektif mengintegrasikan teknologi ke dalam praktik hukum dan ekonomi di semua tingkatan,” katanya.

Rektor mengingatkan pentingnya penerapan hukum mencermati Maqashid Syariah guna memberikan dasar kuat bagi pembangunan keadilan yang inklusif. Kebangkitan ekonomi dan keuangan syariah berbasis skema profit-loss sharing sejalan dengan transformasi pasar global saat ini dengan munculnya revolusi industri 4.0 dan masyarakat 5.0 serta dunia digital.

“Momentum pandemi covid 19 memberikan pelajaran berharga bahwa menciptakan kekayaan dan kemakmuran harus dilakukan dengan ketekunan dalam merealiasikan kesejahteraan sosial dan kelestarian lingkungan. Jika tidak, akan menimbulkan bencana yang membawa dampak negatif bagi seluruh kehidupan manusia,” ujarnya.

Sebagai perguruan tinggi negeri, lanjutnya, UIN Jakarta memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung penuh dosen dan mahasiswanya dalam mengejar keunggulan akademik melalui inisiatif jejaring, kerjasama dan kemitraan dengan berbagai institusi lokal dan internasional.

“Konferensi internasional seperti ini juga berperan strategis dalam mempromosikan dan meningkatkan keunggulan akademik tersebut agar UIN Jakarta menjadi world class university (WCU).

Sementara itu, Wapres KH Ma’ruf Amin mengatakan bahwa pandemi telah mendorong masyarakat beradaptasi dengan tantangan baru. Industri keuangan syariah sebagai bagian dari perekonomian global diharapkan mampu mendorong perekonomian yang berkelanjutan untuk bertahan, bahkan melakukan lompatan pascapandemi.

Beliau juga menjelaskan konsep Sustainable Development Goals (SDGs) dalam pembangunan ekonomi yang memadukan apa yang dikenal dengan “triple bottom line” atau tiga P, yaitu: People, Planet, Profit. Dalam 3 P ini terdapat aspek sosial, lingkungan, dan keuangan dalam setiap kegiatan usaha.

“Triple bottom line ini sebenarnya sesuai dengan syariat Islam, sebenarnya itu adalah tujuan dari syariat Islam itu sendiri yang disebut dengan Maqashid Syariah,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga berharap konferensi ini dapat melahirkan lebih banyak gagasan tentang bagaimana semua elemen dapat mempercepat pemulihan ekonomi nasional yang telah terkontraksi akibat pandemi.

“Sebagai bagian dari sistem keuangan global, kita harus memperkuat fondasi keuangan Islam serta struktur pendukungnya. Selain itu, kami juga dituntut untuk melakukan berbagai inovasi untuk memastikan bahwa keuangan syariah akan memberikan kontribusi bagi stabilitas sistem keuangan global secara keseluruhan dengan tetap menjaga kepatuhan terhadap prinsip-prinsip Maqashid Syariah,” kata Ma’ruf. (zm)

Share This