Syahida Inn, BERITA UIN Online – Para pembina Pramuka dari seluruh perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) di Indonesia mengusulkan agar kegiatan kepramukaan masuk ke dalam kurikulum di perguruan tinggi. Usulan tersebut disampaikan dalam Rapat Pleno kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang dihadiri para pembina Pramuka PTKIN se-Indonesia di Hotel Syahida Inn UIN Jakarta, Jumat (17/11/2017).

Usulan kepramukaan masuk ke dalam kurikulum dikarenakan pendidikan non formal tersebut sangat urgen bagi pembentukan karakter mahasiswa. Hal itu mengingat bahwa pendidikan kepramukaan memiliki ciri-ciri khusus yang tidak ada dalam pendidikan formal. Ciri khusus itu di antaranya kepramukaan dapat membentuk karakter mahasiswa menjadi lebih mandiri, kreatif, inovatif, solutif, dan terampil. Selain itu kepramukaan dapat menjadi wahana untuk mencetak para calon pemimpin bangsa di masa mendatang.

Secara teknis, pengusulan kepramukaan masuk kurikulum dapat dilakukan dalam bentuk mata kuliah sebanyak dua satuan kredit semester (SKS)  atau pendidikan khusus seperti Kursus Mahir Dasar (KMD). Sedangkan bagi fakultas yang sudah memasukkan kepramukaan ke dalam kurikulum, maka dalam sistem perekrutan anggota, mahasiswa yang mengambil mata kuliah tersebut secara otomatis menjadi anggota Gerakan Pramuka di gugus depan perguruan tinggi tersebut.

Hasil sidang Pleno juga menyebutkan bahwa pemasukan pendidikan kepramukaan ke dalam kurikulum dapat membantu mahasiswa memperoleh Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Hal ini sesuai dengan penerapan kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang sudah diberlakukan di seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

“Hasil rapat Pleno ini nanti akan kita rumuskan dan usulkan ke Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama dan PTKIN masing-masing,” kata Ketua Forum Pembina Pramuka PTKIN se-Indonesia Nanang Syaikhu.

FGD parta Pembina digelar Forum Pembina Pramuka PTKIN se-Indonesia bekerja sama dengan Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama. Kegiatan FGD berlangsung pada 16-18 November 2017 dan diikuti oleh para pembina Pramuka dari seluruh PTKIN. (ns)

Share This