Ciputat, BERITA UIN Online— Fakultas Kedokteran atau FK UIN Jakarta kembali meluluskan 10 orang dokter baru setelah menamatkan pendidikan profesi masing-masing, Selasa (3/8/2021). Rektor UIN Jakarta Profesor Amany Lubis mengapresiasi para dokter muda dan berharap mereka mendarmabaktikan diri dalam sektor kesehatan masyarakat. 

Prosesi kelulusan 10 dokter baru sendiri dilakukan dalam Kegiatan Sumpah Dokter UIN Jakarta ke-37 yang digelar secara daring mengikuti protokol kesehatan di masa pandemik. Selain dihadiri Rektor, dekan, pejabat kementerian agama, dan para pimpinan rumah sakit mitra, proses juga diikuti para orangtua dan keluarga lulusan.

Kegiatan sumpah ditandai pembacaan ikrar 13 butir sumpah dokter dan penyerahan secara simbolis buku Kode Etik Kedokteran Ikatan Dokter Indonesia oleh Dekan FK UIN Jakarta dr. Hari Hendarto Ph.D Sp.PD-KEMD.  “Semoga menjadi panduan kalian selama menjalani profesi sebagai dokter yang baik,” harapnya.

Kendati dilakukan secara daring, namun prosesi sumpah tetap berlangsung khidmat. Para orang tua beserta keluarga masing-masing dokter mendampingi para dokter muda membacakan ikrar sebagai seorang dokter. “Mulai hari ini kalian berhak menyandang gelar dokter,” imbuh Hari.

Terpisah, Rektor Amany menyampaikan apresiasi atas kelulusan 10 dokter angkatan ke-37 ini. Ia berharap para dokter baru ini bisa berkiprah di tengah-tengah masyarakat yang semakin membutuhkan tenaga mereka sebagai tenaga kesehatan menyusul problem kesehatan masyarakat seperti pandemi Covid 19. 

“Selamat kepada ananda semua yang telah menjadi dokter baru. Semoga dengan kehormatan keilmuan dan kemampuan yang dimiliki bisa menjalankan tugas sangat mulia dalam membantu keselamatan kesehatan masyarakat,” harapnya. 

Lebih jauh, Rektor Amany juga berpesan agar para dokter baru terus meningkatkan kemampuan keilmuannya sekaligus juga menjaga citra diri sebagai dokter yang lulus dari perguruan tinggi keagamaan Islam. Menurutnya, para dokter baru bisa mencontohkan para dokter di masa lampau peradaban Islam yang juga tercatat memiliki kiprah akademik keilmuan dan keislaman luar biasa.

Sementara itu, satu dari 10 orang dokter baru merupakan dokter dengan beasiswa pendidikan dari Program Beasiswa Santri Berprestasi Kementerian Agama RI. Terkait itu, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama RI Dr Waryono menyampaikan selamat dan harapannya kepada para dokter baru. 

“Mudahan apa yang telah anda diraih, gelar dan keilmuan, seperti telah anda semua bacakan dalam sumpah betul-betul menjadi landasan moral dan tanggungjawab sebagai dokter untuk bekerja secara profesional,” harapnya. 

Rektor, Direktur PD Pontren, Dekan FK dan sivitasnya juga menyampaikan terimakasih kepada para rumah sakit mitra. Sebab selama menjalani pendidikan profesinya, para dokter ini melakukan pelatihan dan praktik di masing-masing rumah sakit mitra. (zm)

Share This