Jakarta, BERITA UIN Online– Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta menjadi fakultas terdepan dalam pendidikan inklusif. Dekan FITK Dr Sururin MA menyebut pihaknya mendapatkan bintang lima atas pendidikan yang inklusif berdasarkan rangking dunia versi lembaga pemeringkatan Quacquarelli Symonds (QS) 2019.

“Saat kami mengajukan QS ranking, satu-satunya yang kami dapatkan adalah bintang lima untuk pendidikan inklusifitas,” ujar Sururin dalam Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) FITK secara daring, Jumat (11/9/2020).

Dia menyebut prestasi tersebut bisa dicapai karena UIN Jakarta tidak pernah membedakan kelompok tertentu dalam pendidikan. Utamanya, urusan gender.

“Karena UIN tidak membedakan jenis kelamin, atau kelompok antar dosen dan mahasiswa, bahkan saat ini banyak pimpinan dekan juga perempuan,” sambungnya.

Menurutnya, integritas ini pula yang harus dijaga oleh sivitas akademika. Termasuk mahasiswa baru yang saat ini masuk dalam fakultas tertua di UIN Jakarta itu.

“Sejak berdiri 1957 kita berintegritas dalam keilmuan, saling mencintai dan belajar bersama untuk tidak membedakan satu sama lain,” ungkap Sururin.

Sebab, kata dia, perbedaan tidak akan mengantarkan lulusan UIN Jakarta menjadi manusia yang unggul. Tantangan zaman ke depan ialah bagaimana antar sesama bisa berkolaborasi.

“Berkolaborasi menjadi poin penting. Kita bisa kompetitif, namun bergerak bersama menciptakan potensi dan keunggulan. Di sini kita dilatih untuk profesional dan bergerak bersama dalam keilmuan,” tutur Surunin. (AGA/mf)

Sumber: https://www.medcom.id, 11 September 2020.

Share This