Gedung FITK, BERITA UIN Online– Dalam rangka meningkatkan kerja sama dalam bidang Tridarma Perguruan Tinggi, Program Magister PAI Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Tulungagung menjalin kerja sama dengan Program Magister PAI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta pada Selasa (30/7/2019) di Ruang Teater Mahmud Yunus Gedung FITK lt 3.

Perjanjian Kerja Sama (PKS) ditandatangani Ketua Prodi Magister PAI FITK UIN Jakarta Dr Sapiudin Shidiq MAg dan Ketua Prodi Magister PAI FTIK IAIN Tulungagung Dr Agus Zaenul Fitri MPd. Hadir pada kesempatan tersebut Dekan FITK Dr Sururin MAg, Wakil Dekan II Dr Abdul Muin MPd, Wakil Dekan III Dr Khalimi MAg.

Selain penandatanganan PKS, Agus yang datang bersama 50 mahasiswa program Magister juga melakukan studi komparatif.

Sebelum penandatanganan PKS, Sururin dalam sambutannya mengatakan siap untuk berbagi dan berdiskusi dengan mahasiswa dan para dosen. “Silahkan ambil yang terbaik dari kami,” ujar Sururin.

Sementara itu, Sapiudin menyampaikan saat ini Prodi MPAI FITK sudah memasuki tahun yang kesebelas. Kendala yang sering muncul banyak mahasiswa yang menjadi mahasiswa abadi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, kata Ketua Prodi yang menjabat kali ketiga ini, moto yang diterapkan MPAI adalah Cepat dan Berkualitas.

“Artinya mahasiswa secepatnya selesai, tapi juga berkualitas, bukan cepat tapi tidak berkualitas,” ujar Sapiudin.

Mengenai akreditasi, jelas Sapiudin, semua tagihan akreditasi sudah terpenuhi, kecuali data alumni, sehingga terakreditasi B.

“Tahun ini kita sedang mempersiapkan akreditasi kedua dan sudah dipersiapkan secara matang dan lebih percaya diri karena sudah memiliki alumni yang banyak berkiprah dalam masyarakat, terutama bidang pendidikan,” imbuh Sapiudin.

Pada kesempatan yang sama, senada dengan Sapiudin, Agus menyampaikan MPAI Tulungagung saat inipun belum memiliki lulusan dan terakreditasi B serta sedang mempersiapkan akreditasi.

“Kami ingin belajar dengan FITK agar terakreditasi A,” ujar Agus yang sebelumnya pernah membawa rombongan perdana MPAI Tulungagung ke UIN Jakarta pada periode Dekan Almarhumah Nurlena Rifai.

“Pokoknya apa yang baik dari UIN Jakarta akan kita tiru. Paling tidak dalam konteks advantage kompetitif kita punya bench mark dan akan kita kejar,” imbuhnya.

Sedangkan dalam konteks persaingan global, lanjut Agus, MPAI harus memiliki visi yang menjadi prodi profesional dan berwawasan Islam Nusantara sebagai satu distingsi dari IAIN Tulungagung.

“Kami ingin profil lulusan kami setidaknya menjadi lulusan PAI yang profesional dalam bidang pendidikan, inovatif, dan berwawasan Nusantara, itu spirit kami,” pungkasnya.

Usai penyambutan, acara dilanjutkan dengan forum diskusi dan tanya jawab serta penandatanganan PKS.  (lrf/mf)

Share This