Gedung FITK, BERITA UIN Online– Dalam rangka memberikan pembinaan dan bimbingan kepada mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta akan menyebar mahasiswa tersebut ke unit-unit kerja di FITK.

Demikian disampaikan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Alumni dan Kerjasama FITK Dr Fauzan MA pada Rapat Pembinaan Mahasiswa Bidikmisi FITK Angkatan 2017 Semester Genap, Selasa (6/2/2018) di Ruang Sidang FITK Lt 2.

“Pembinaan ini dilakukan sebagai proses pengembangan diri melalui interaksi penguatan akademik dan non akademik bagi mahasiswa Bidikmisi agar pengembangan individualnya meningkat,” ujar Fauzan di hadapan 40 mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi FITK.

Pembinaan ini, lanjutnya, tidak bermaksud mengganggu perkuliahan mahasiswa Bidikmisi, tetapi berdasarkan waktu luang di luar perkuliahan yang sudah terjadwalkan.

“Yang perlu ditegaskan, penempatan ini bukan menjadikan mahasiswa sebagai pekerja, tetapi melatih inisiatif mahasiswa untuk menemukan pengalaman baru dalam interaksi akademik,” tandasnya.

Selain itu, sambungnya, kegiatan ini akan memudahkan fakultas untuk memonitoring mahasiswa agar mereka dapat menjadi contoh bagi mahasiswa lain dari segi prestasi akademis dan pengembangan diri.

“Mahasiswa Bidikmisi tidak akan dipertahankan jika prestasi akademiknya di bawah batas minimal, sehingga beasiswanya bisa dicabut dan digantikan dengan yang lain,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, senada dengan Fauzan, Kepala Bagian Tata Usaha FITK Imam Thobroni SE menegaskan, mahasiswa Bidikmisi harus mempertahankan dan meningkatkan prestasi akademiknya untuk dapat dipertahankan beasiswanya.

“Kita akan lakukan evaluasi bagi mahasiwa penerima beasiswa Bidikmisi di tengah semester agar lebih terpantau, mana yang pantas menerima beasiswa dan mana yang sudah tidak pantas menerimanya,” ujarnya.

Imam mengingatkan, mahasiswa yang prestasi akademiknya menurun dari semester lalu, masuk ke zona kuning. Itu artinya, warning bagi mahasiswa tersebut untuk meningkatkan IPKnya di semester ini. Jika terus menurun, maka terancam beasiswanya dicabut.

“Beasiswa ini dari pemerintah untuk mahasiswa tidak mampu dan berprestasi. Kalau prestasinya terus merosot, untuk apa dipertahankan,” pungkasnya.

Diketahui, para mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi tersebut disebar ke layanan administrasi fakultas, prodi, perpustakaan, ruang jurnal, dan lab-lab di FITK. (mf)

Share This