Gedung FITK, BERITA UIN Online– Setelah resmi dilantiknya Dr Sururin MAg sebagai dekan baru periode 2019-2023 oleh Rektor pada 11 Maret 2019, FITK UIN Jakarta menggelar acara lepas sambut dekan lama Prof Dr Ahmad Thib Raya (Periode 205-2019) dan Dekan Baru Dr Sururin MAg (Periode 2019-2023).

Acara yang dihelat pada Jumat pagi, (15/3/2019) di Ruang Sidang FITK lantai 2 itu dihadiri para Wakil Dekan, Ketua LPM UIN Jakarta, Kabag TU, para Kasubbag, Kaur Perpustakaan, dan sejumlah pegawai FITK. Acara lepas sambut berlangsung dengan suasana khidmat, hangat, dan penuh kekeluargaan.

Dalam sambutannya, Thib Raya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pejabat dan seluruh pegawai FITK yang telah membantu selama masa jabatannya. Thib juga menyampaikan permohonan maaf setulus-tulusnya jika ada kesalahan dan kekhilafan yang telah menyinggung dan menyakiti semua warga FITK.

Dalam kesempatan itu, Thib Raya menyampaikan pentingnya bekerjasama dan saling membantu, menghormati, dan menghargai, serta menjaga hubungan baik antara sesama pegawai agar pelayanan menjadi maksimal dan program Dekan Baru bisa terlaksana dengan baik.

“Organisasi itu seperti anggota tubuh manusia dan kepala dalam hal ini adalah Dekan, sebagai pimpinan tertinggi,” ujar Thib Raya.

Para Wakil Dekan, lanjutnya, termasuk Kabag, para Kasubbag, sebagai tangan kanan dan kiri yang menjadi teman sederajat. Sedangkan kaki sebagai bawahan atau staf. Semua anggota, menurut Thib, mempunyai fungsi dan peran masing-masing.

“Bisa jadi apa yang bisa dilakukan tangan kanan, tidak bisa dilakukan tangan kiri, yang bisa dilakukan kedua kaki tidak bisa dilakukan oleh kedua tangan, maupun dikerjakan kepala,” imbuhnya.

Ditegaskannya, semua itu mempunyai peran masing-masing, tidak boleh ada satu orangpun yang menganggap dirinya paling hebat, paling banyak bisa, dan sebaliknya tidak boleh ada orang yang menganggap dirinya tidak bisa apa-apa.

Selain itu, Thib Raya juga menyampaikan tips supaya hidup sehat dan awet muda dengan “Matilah.”

“Makanlah makanan yang halal, makanan yang bergizi dan tidak berlebihan (cukup), Amankanlah diri dari bahaya yang kapanpun bisa menimpa diri, Tidur tepat waktu dan cukup waktu, Istirahat jika tubuh memerlukan istirahat, jangan dipaksakan terus beraktivitas, dan terakhir Olahragalah,” pungkas suami Prof Dr Musdah Mulia itu.

Selain menjaga urusan jasmani, Thib juga berpesan untuk disempurnakan dengan kebutuhan rohani dengan ikhlas dalam setiap amal, banyak membantu, tidak iri hati dan sombong serta tidak berbohong.

Sementara itu, Sururin dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Prof Ahmad Thib Raya yang telah mengabdikan diri sebagai Dekan FITK. Dia berjanji akan mempertahankan dan melanjutkan program kerja Dekan Lama.

“Untuk dapat mempertahankan dan melanjutkan, perlu support dan kerja sama dari sivitas akademik FITK, terutama dalam meningkatkan pelayanan terhadap mahasiswa dengan pelayanan prima,” ujar mantan Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Jakarta itu.

Selain itu, sambungnya, Sururin mengingatkan prodi yang sedang mempersiapkan borang akreditasi agar bekerja secara all out dan penuh komitmen agar mendapatkan hasil yang maksimal.

“Kita siap memfasilitasi keperluan dan kebutuhan prodi yang pada Maret ini harus segera submit ke LPM dan BAN-PT agar terhindar dari peraturan baru, yaitu sembilan standar yang sebelumnya tujuh standard,” tegasnya.

Usai acara, Thib menerima cindera mata dari FITK yang diserahkan Sururin dan Thib berkesempatan untuk berpose bersama pegawai FITK yang pernah dipimpinnya selama empat tahun. (lrf/mf/muslih)

Share This