Gedung FITK, BERITA UIN Online– Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Jakarta bakal membuka Program Studi (Prodi) Doktor Strata Tiga (S3) Pendidikan Agama Islam (PAI) pada 2020 ini.

Untuk mempersiapkan hal tersebut, Dekan FITK mengundang para guru besar FITK, yaitu Prof Dr Abuddin Nata MA, Prof Dr Dede Rosyada MA, Prof Dr Suwito MA, dan Prof Ulfah Fajarini MSi dalam pertemuan yang diadakan pada Senin, (13/1/2020) di Ruang Sidang FITK lt. 2.

Hadir pula dalam pertemuan tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Dr Zulkifli MA, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu UIN Jakarta Dr Asep Saifudin Jahar MA, sejumlah dosen PAI, sejumlah pejabat, dan staf FITK.

Abuddin Nata dalam usulannya mengatakan, untuk membuka Prodi S3 PAI, sebagai dasar hukum dan regulasinya adalah SK Rektor UIN Jakarta No 2 Tahun 2019 tentang Pembukaan Prodi Baru di UIN Jakarta.

“Dari segi regulasi, FITK sudah memenuhi syarat untuk membuka Program S3,” ujar Ketua Senat UIN Jakarta itu.

Untuk memiliki keunggulan bersaing, lanjutnya, harus dirancang kurikulum spesifik dan dosen yang mengajar harus yang terbaik dengan penugasan yang proporsional.

Sementara, Dede Rosyada menginformasikan bahwa Kementerian Agama sudah sangat komprehensif dalam mengurus bidang Pendidikan Agama Islam dengan satuan kerjanya yang sudah sangat lengkap.

Pasalnya, ungkap Rektor UIN Jakarta Periode 2015-2019 itu, PAI bukan hanya wilayah madrasah, tapi juga masuk ke sekolah umum, dari tingkat SD, SMP, SMA, sampai Perguruan Tinggi.

“Dengan demikian, mereka yang masuk ke PAI harus mempunyai skill, knowledge, dan mental yang kuat,” ujar Dede.

S3 ini, sambungnya, adalah pendidikan level atas yang perangkatnya harus detil dan instrumentatif. Merekalah yang nanti akan meredisain kurikulum PAI.

“Kurikulum FITK sudah dievaluasi oleh pakar dari Melbourne University Australia dan tidak ada masalah, maka mahasiswa S3 PAI harus harus punya skill yang diperlukan sekolah,” tandasnya.

Sedangkan Suwito melihat berdasarkan pengalamannya sebagai asesor BAN-PT, ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam membuka prodi S3, yaitu ketersediaan dosen, sarana dan prasarana, dan calon mahasiswa.

“Kalau tiga hal ini sudah terpenuhi, maka yang lain akan mengikuti. Segera bentuk tim penyusun pembukaan proposal prodi S3,” tandasnya.

Usai mendengarkan pemaparan dan usulan para guru besar tersebut, Sururin meminta kepada forum rapat untuk menentukan tim penyusun proposal dan segera mengagendakan FGD dengan mengundang para pakar.

Di akhir pertemuan, Dr Sapiudin MAg dipilih secara aklamasi sebagai Ketua Tim Pembentukan Prodi S3 PAI dengan Wakil Dr Zaimuddin MAg dan empat anggota tim, yaitu Dr Heny Narendrani Hidayati MPd, Dr Erba Rozalina Yulianti MAg, Bobi Erno Rusadi MPd, dan Muslikh Amrullah MPd. (lrf/mf)

Share This