Teater Mahmud Yunus, BERITA UIN Online– Sebagai rangkaian dari International Conference of Education Muslim Society Kelima (ICEMS 5th) pada 30 September-1 Oktober mendatang, FITK menggelar Pre-Conference Seminar II pada Jum’at (26/7/2019) di Teater Mahmud Yunus lantai 3 gedung FITK.

Acara bertajuk “Future of Work” itu dibuka Dekan FITK Dr Sururin MAg. Dalam sambutannya, Sururin mengemukakan pentingnya tema tersebut bagi mahasiswa ataupun dosen FITK.

Menurutnya akan ada banyak perubahan trend dan sivitas akademik FITK harus bisa berkompetisi untuk menghadapi semua tantangan-tantangan di masa yang akan datang.

Dalam acara yang dihadiri berbagai pihak, dari mahasiswa hingga para dosen, serta masyarakat umum itu diundang dua narasumber, Profesor Lan Snell dan Profesor Philomena Leung dari Macquarie University, Australia.

Dalam paparannya, Lan Snell menjelaskan bagaimana sektor pendidikan pada 2030. Menurutnya, di masa yang akan datang soft skill yang akan lebih dominan.

“Ada enam kemampuan yang harus dikuasai di masa depan, yaitu strategi, memimpin, menganalisa, mempengaruhi, mengadaptasi serta menyelesaikan masalah,” ujar Lan Snell.

Sementara Philomena Leung memaparkan pentingnya kreativitas yang merupakan implementasi dari ide-ide yang akan menjadi inovasi untuk menjawab tantangan Future of Work.

“Agar kita bisa kreatif, kita harus merubah pola fikir kita, berfikir berbeda serta inovatif,” tegasnya.

Salah satu contoh kreatifitas anak bangsa, menurut peserta dari dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FITK Zaharil An’asy MPd yang berkomentar dalam acara itu, cara belajar dari tahun ke tahun yang mengalami perubahan.

“Tahun ini ada inovasi untuk belajar di ruang guru yang menyuguhkan cara belajar yang berbeda dari belajar tradisional. Itu salah satu contoh kreatifitas anak bangsa,” ujarnya.

“Yang diingat hari ini adalah tentang bagaimana kita melakukan tugas kita sebagai pengajar agar bisa menginspirasi,” kata Neneng Sunengsih salah satu peserta lainnya dari dosen FITK. (lrf/mf)

Share This