FIKES UIN Jakarta Satukan Inovasi, Religiositas, dan Kolaborasi Multisektoral dalam ICHS 2026

FIKES UIN Jakarta Satukan Inovasi, Religiositas, dan Kolaborasi Multisektoral dalam ICHS 2026

Berita UIN Online - Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta selenggarakan The 4th International Conference on Health Sciences (ICHS) 2026  yang mengangkat tema“Inovasi Teknologi Kesehatan, Religiusitas dan Kolaborasi Multisektoral: Memajukan Kesetaraan dan Keberlanjutan Kesehatan menuju SDGs”, Kamis-Jum’at, Ruang Puri Ratna, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta (6-7/8/2026). Acara diselenggarakan sebagai forum ilmiah internasional yang melibatkan lebih dari 100 peserta kolaborasi dengan Universitas Andalas, Dukungan LPDP dan mitra lainnya.

Dihadiri oleh Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., Dekan FIKES UIN Jakarta, Prof. Dr. apt. Zilhadia, M.Si., Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., Ketua Panitia ICHS 2026, Nia Damiati, M.S.N., Ph.D., Perwakilan Universitas Andalas,  Prof. apt. Marlina, M.S., Ph.D.,  

Pembicara Internasional, Tohoku University, Jepang, Prof. Hitoshi Oshitani, MD., University of Hyogo, Jepang, Prof. Sonoe Mashino, Ph.D., University of Malaya, Malaysia, Prof. Dr. Hasniza Zaman Huri, Rambhai Barni Rajabhat University, Thailand, Assoc. Prof. Dr. Wannee Deoisres, Josai University, Jepang, Prof. Kenji Sugibayashi, UNESCO, Chair on Global Health and Education representative, Dr. Iffat Elbarazi. Selain itu, sebagai tuan rumah, FIKES menghadirkan pembicara Baequni, S.K.M., M.Kes., Ph.D., Ismiarni Komala, S.Si., M.Sc., Apt., Ph.D., dan Prof. Irma Nurbaeti, Ph.D..

Pada sambutannya, rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., megarahkan pentingnya ruang dialog yang dapat menjadi wadah yang mempersatukan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan etika yang bernilai spiritualitas dan melihat aspek kepentingan kemanusiaan. Ia menekankan bahwa pendekatan melalui ilmu pengetahuan dan teknologi sangat diperlukan. “Agar inovasi kesehatan berkembang secara inklusif dan menjawab kebutuhan kelompok masyarakat yang beragam,” jelasnya.

Selain itu, sebagai Dekan FIKES UIN Jakarta, Prof. Dr. apt. Zilhadia, M.Si., menyampaikan bahwa penyelenggaraan ICHS menjadi bagian dari upaya internasionalisasi fakultas, yang sejalan dengan program adjunct professor dan student mobility. Melalui forum tersebut, FIKES mempertemukan akademisi, praktisi, pemangku kebijakan, organisasi nirlaba, dunia usaha, serta mitra pembangunan untuk bertukar gagasan dan membangun kolaborasi berkelanjutan di bidang kesehatan. 

Menurutnya, forum ICHS dapat memberikan kontribusi, baik secara akademik maupun praktis, dalam menjawab berbagai persoalan kesehatan di Indonesia. Konferensi ini membahas 15 subtema yang mencakup Inovasi teknologi pelayanan kesehatan dan keperawatan, sistem informasi kesehatan dan digital health, kesehatan dan keselamatan kerja, pengendalian penyakit menular, pengendalian penyakit tidak menular, kesehatan ibu dan anak, kesehatan mental, manajemen bencana, farmasi klinis dan pengembangan bahan alam.

Berjalannya acara, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., ia membahas mengenai hubungan antara persoalan kesehatan, kemiskinan, dan ketimpangan sosial dengan menempatkan perspektif maqashid al-syariah sebagai landasan etis. Dalam perspektif tersebut, prinsip hifz al-nafs atau perlindungan jiwa menegaskan bahwa menjaga dan memelihara kesehatan merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan sekaligus keagamaan. 

Rangkaian acara memiliki konteks untuk membahas mengenai, zakat, sedekah dan wakaf yang dinilai memiliki potensi untuk mendukung pembangunan dan keberlanjutan pelayanan kesehatan. Sesi pleno menghadirkan pembicara dengan topik pembahasan isu kesetaraan dan keberlanjutan kesehatan dari perspektif kesehatan global, ketangguhan komunitas, serta transformasi layanan kesehatan, Building Health Security through Community Nursing, Sustaining Digital Healthcare: Redefining Chronic Disease Management, Pengaruh nilai budaya dan agama terhadap keperawatan ibu dan bayi baru lahir serta relevansinya bagi penguatan kesetaraan kesehatan. 

Dari kegiatan ini, FIKES UIN Jakarta menunjukkan perannya sebagai wadah pertukaran ilmu yang mengintegrasikan inovasi, nilai-nilai keislaman, dan jejaring kolaborasi internasional. Konferensi ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat akademik UIN Jakarta sekaligus membuka ruang bagi pengembangan riset, publikasi, pertukaran pengetahuan, serta kerja sama antarlembaga guna mendukung terwujudnya sistem kesehatan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. 

(Meisa Aqilah/Zaenal.M/Alden Lee/Foto: Rilis PIH UIN Jakarta)

Tag :