Gd. FDI, Berita UIN Online— FDI UIN Jakarta menggelar seminar nasional saat pembukaan HAMASA (Harakah Musabaqah Al-Lughah Al-Arabiyah) 2017, Senin (16/10), bertempat di Gedung FDI lantai 2.

Seminar yang bertajuk Membumikan Nilai-nilai Islam Melalui Karya Sastra tersebut, menghadirkan Helvy Tiana Rosa sebagai Penyair dan Penulis Buku Ketika Mas Gagah Pergi, Dr Siti Amsariah MA selaku Kritikus Sastra Arab sebagai narasumber.

Selain itu, turut hadir pula Wakil Dekan Bagian Akademik, Dr Ahmadi Usman Lc MA, Wakil Dekan Bagian Administrasi Umum, Dr Asmawi MA, Wakil Dekan Bagian Kemahasiswaan FDI UIN Jakarta, Dr Cahya Buana MA, dan sivitas akademika FDI, Peserta lomba, serta tamu undangan.

Dalam sambutannya, Cahya mengungkapkan kegiatan ini bentuk komitmen FDI yang notabenenya fokus pada bahasa Arab dibawah naungan UIN Jakarta.

“FDI merupakan representatif UIN Jakarta yang memiliki tanggung jawab besar untuk mengajak mahasiswa dan masyarakat luas dalam mengembangkan Bahasa Arab,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Helvy mengungkapkan bahwa untuk membumikan syiar pola hidup Islami secara global terhadap generasi penerus, pendekatan yang lebih menggoda para muda-mudi serta bersifat mudah diterima tentunya dengan pola modern, pada dulunya pendekatan ini pernah menjadi senjata ampuh pemicu semangat keislaman, yaitu pendekatan sastra religi.

“Pada dasarnya, setiap manusia mempunyai kedekatan yang kuat dengan sastra, ini dibuktikan dari banyak karya sastra yang lahir dari pengalaman hidup manusia, dengan karya sastra banyak manusia belajar dan berkembang serta menyesuaikan diri. Seperti halnya karya sastra saya ini adalah sebetulnya sepenggal dari cerita sehari-hari saya yang dapat diambil pelajarannya untuk orang lain,” jelasnya.

Pada waktu yang sama, Amsariyah pun menjelaskan bahwa melalui karya sastra, pesan religi yang disampaikan bisa menembus semua lapisan masyarakat. Kalangan atau golongan tertentu yang awalnya sulit ditembus oleh para pendakwah dengan sendirinyaakan menyerap nilai-nilai dan faham yang ada di dalam karya sastra itu secara tidak langsung. “Akibatnya, karya sastra merupakan alat dakwah yang sangat efektif terhadap persebaran faham atau ideologi tertentu,” tambah dosen tetap FAH UIN Jakarta itu. (lrf/sf)

 

Share This