Gd. FDI, BERITA UIN Online— Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) UIN Jakarta menggelar workshop yang mengusung tema Workshop Pengembangan Kurikulum dan Program Studi Dirasat Islamiyah di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), Kamis (22/11), bertempat di Ruang pertemuan FDI.

Acara yang bertujuan untuk mengembangkan Dirasat Islamiyah ke daerah dan dibuka pada perguruan tinggi baik negeri atau pun swasta di bawah Kemenag RI tersebut, dihadiri oleh Dr H Andi Aderus Lc MA (UIN Alaudin, Makassar), Dr H Agus Suyadi R Lc MAg (UIN Sunan Gunung Djati, Bandung), dan Dr H Sidqon Maesur Lc MA (Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Salatiga). Turut hadir pada kesempatan tersebut, Dr Mamat Salamet Burhanudin MAg (Kepala Sub Direktorat Pengembangan Akademik Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI).

Dalam sambutannya, Mamat menyampaikan tentang Kebijakan dan Mekanisme Pengembangan dan Pembukaan Program Studi. Menurutnya sejatinya apa yang diinginkan di PTKIN adalah seperti Dirasat Islamiyah, yaitu yang melahirkan Tafqquh fi Din, ingin mencetak ulama-ulama. Sehingga, PTKIN tidak hanya terus mengembangkan prodi umum. Pasalnya, hal tersebut dianggap sedikit keluar dari koridor maksud pendiriannya.

Kemudian, dalam kesempatan tersebut, Dekan FDI UIN Jakarta Dr Hamka Hasan Lc MA menyampaikan tetang Pengalaman Pengelolaan Program Studi Dirasat Islamiyah UIN Jakarta dari awal sejarah pendirian dari 17 September 1999, kendala-kendala yang dihadapi (dari segi anggaran, peminat mahasiswa baru, dan nomenklatur), dan kesuksesan sampai pendirian program S2 (Magister Dirasat Islamiyah).

Sebagai informasi, dalam workshop tersebut, hadir pula pengurus Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Indonesia, sekaligus dosen FDI UIN Jakarta, yaitu Dr Muchlis Hanafi Lc MA dan Willy Oktaviano Lc MA, di mana keduanya menyampaikan bahwa format MoU FDI dengan Al-Azhar siap direplace dan dikembangkan lagi, dan OIAA siap memfasilitasinya. (lrf/as)

Share This