Gedung FPsi, BERITA UIN Online— LSO Discussion Community UIN Jakarta bekerjasama dengan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Psikologi (FPsi) menggelar kegiatan diskusi Psytalk & Share di Teater FPsi dengan mengangkat tema Kognitif dan Agama.

Acara yang dilaksanakan pada, Jumat (28/06) tersebut, direkomendasikan oleh Rena Latifa, Psikolog selaku Kepala Jurusan Fakultas Psikologi. Dirinya menghimbau agar peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan dapat mengambil pengetahuan yang banyak karena kegiatan ini merupakan kesempatan yang langka, di mana dapat bertemu langsung dengan pakarnya.

Wakil Dekan bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Yunita Faela Nisa, dalam sambutannya sekaligus membuka acara tersebut, menuturkan bahwa kegiatan ini dapat memperluas pengetahuan kita tentang bagaimana kinerja kognisi kita ketika menerima doktrin agama dan bagaimana kita berperilaku karenanya.

Selain itu, dirinya juga menyampaikan sosialisasi mengenai tagline Fakultas Psikologi UIN Jakarta, yang diharapkan tidak hanya disosialisasikan kembali tapi juga mampu diaplikasikan, yaitu “Psychology For Better Life”.

Hadir sebagai narasumber, peneliti Psikologi Perkembangan (Developmental Psychology) asal Amerika dan juga seorang Asisten Dosen, Melanie Nyhof. Ia menceritakan ketertarikannya pada penelitian di bidang psikologi perkembangan terutama perkembangan mengenai kognisi manusia dalam menerima doktrin agama.

Menurutnya, doktrin agama dipengaruhi oleh budaya yang berkembang di lingkungan individu tersebut. Sedari dini, konsep Tuhan dapat diajarkan kepada anak-anak dengan memperlihatkan berbagai ritual keagamaan, sedangkan konsep Tuhan yang ada di pikiran mereka disamakan seperti seorang manusia yang memiliki tubuh dan tinggal di suatu tempat.

Acara yang dipandu oleh Nadya Aqila, mahasiswi psikologi tersebut, berjalan cukup khidmat dan terjadi dialog antara peserta yang hadir dengan narasumber. Salah seorang mahasiswa mengajukan pertanyaan kepada narasumber tentang penyesuaikan respon kognitif jika melihat usia.  Melanie memberikan jawaban, bahwa seiring bertambahnya usia, konsep Tuhan dan Agama akan berubah sesuai perkembangan lingkungannya, sehingga mereka cenderung memberikan lingkaran khusus untuk apa yang diyakininya.

“Hal itulah yang juga menyebabkan penganut keyakinan tertentu akan merasa jijik jika mendapati orang yang berbeda masuk ke dalam lingkarannya (tempat ibadahnya), sehingga ia merasa harus membersihkannya,” terang Melanie.

Sebagai informasi, acara tersebut, tidak hanya dihadiri peserta dari UIN Jakarta, diskusi ini juga dihadiri mahasiswa dari beberapa universitas di sekitar Jabodetabek seperti UI, UMJ, Kahfi Motivator School, dan lain sebagainya. (lrf/LK)

Share This