Gd. FAH, BERITA UIN Online— Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Jakarta menggelar seminar internasional, Rabu (03/07), di ruang teater FAH, kampus III UIN Jakarta. Dengan mengangkat tema Romanisasi, Nasionalisasi, dan Sekularisasi Bahasa Indonesia sejak Kemerdekaan, acara ini menghadirkan Kevin W Fogg (Rekan peneliti, Basenose College, dan Fakultas Sejarah Universitas Oxford) sebagai pembicara utama. Turut hadir dalam acara tersebut, Dekan FAH UIN Jakarta, Saiful Umam.

Saiful Umam dalam sambutannya mengatakan, seminar ini bertujuan memperluas pengetahuan para mahasiswa FAH. Menurut Saiful, sebelum menggunakan huruf Romawi, masyarakat Indonesia telah menggunakan huruf lain yang berkembang di nusantara, seperti Alfabet Jawi.

Sementara itu, Kevin dalam presentasinya menjelaskan, bahwa Romanisasi memiliki konsekuensi yang tidak disengaja bagi komunitas Islam di seluruh Indonesia, banyak pemimpin dianggap buta huruf karena ketidakmampuan mereka untuk menulis Surat Roma.

“Ahmad Bone misalnya, dia adalah pemimpin komunitas Islam yang dihormati di Sulawesi Selatan saat itu. Karena ketidakmampuannya menulis surat-surat Romawi, ia tidak dapat berpartisipasi dalam diskusi kebijakan tentang menghilangkan masalah sosial,” kata Kevin.

Masih menurutnya, standardisasi bahasa Indonesia mendorong bahasa lebih jauh dari bahasa Arab (Jawi) ke bahasa-bahasa Eropa.

Sebagai informasi, Kevin W. Fogg adalah afiliasi riset dan dosen di Fakultas Sejarah Brasenose, Universitas Oxford. Ia memperoleh gelar BA dari Universitas Duke dalam Sejarah dan Bahasa dan Sastra Asia dan Afrika (sekarang Studi Asia dan Timur Tengah). Dia kemudian melanjutkan ke Universitas Yale, di mana dia mendapatkan gelar M.A., M.Phil., Dan Ph.D. dalam Sejarah, yang juga berkaitan erat dengan Dewan Studi Asia Tenggara. Karyanya berpusat pada tempat Islam di Asia Tenggara pada abad ke-20, terutama di Indonesia. (lrf/usa)

Share This