Batam, BERITA UIN Online—Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Jakarta melakukan sosialisasi dan promosi kampus di Batam. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, Senin-Rabu, (19-21/11), serta mengunjungi empat sekolah, di antaranya Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Batam, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Batam, Pondok Pesantren Darul Falah, dan Pondok Pesantren Imam Syafi’I, Batam.

Kegiatan yang dikomandoi langsung oleh Dekan FAH Prof Dr Sukron Kamil tersebut, mengikutsertakan delapan petugas yang terdiri dari Kepala Bagian Tata Usaha FAH Feni Arifiani MH, dan enam petugas lainnya dari jajaran staf FAH UIN Jakarta. Kedelapan orang petugas tersebut, dibagi menjadi dua kelompok, yang masing-masing kelompok mengunjungi dua sekolah.

Kepada tim BERITA UIN Online, koordinator tim sosialisasi Feni Arifiani mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka memperkenalkan kampus, serta memberikan informasi yang akurat tentang jalur masuk yang dapat ditempuh untuk dapat kuliah di UIN Jakarta.

“Tentunya, sasaran dalam sosialisasi ini adalah para siswa-siswi kelas XII, namun pada pelaksanaannya tak sedikit pula anak-anak kelas X dan XI juga antusias mengikuti acara ini. “Materi dalam sosialisasi ini di antaranya adalah informasi perihal fakultas dan program studi, sistem seleksi masuk, biaya perkuliahan, beasiswa, dan kegiatan kemahasiswaan. Disamping itu juga dipaparkan beberapa sarana penunjang kegiatan akademik, termasuk sistem perkuliahan di perguruan tinggi,”jelas Feni.

Di tempat berbeda, Dekan FAH menambahkan, bahwa tujuan dilakukannya sosprom ke pulau Batam ini merupakan salah satu langkah dalam menjangkau input mahasiswa untuk pulau terluar di Indonesia.

“Batam ini merupakan wilayah atau kota yang strategis. Terletak di perbatasan antar wilayah penghubung di Asia Tenggara, Singapura dan Malaysia. Sudah tentu ke depan kita membutuhkan generasi yang unggul dalam berbagai bidang. Kita hadir disini dalam upaya mewujudkan itu, mengenalkan FAH dan UIN Jakarta secara umum, tidak setengah-setengah atau hanya lewat framing media yang kadang tidak utuh,” tandasnya. (lrf)

Share This