Gedung FAH, BERITA UIN Online— Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Jakarta dan Nurcholis Madjid Society (NCMS) meresmikan Perpustakaan Prof. Dr. Nurcholis Madjid di ruang Teater (Jumat 3/11/2017).  Peresmian perpustakaan ditandai diskusi, pemutaran film dokumenter perjalanan hidup Prof. Dr. Nurcholis Madjid (Cak Nur), dan penandatanganan wakaf 6.000 judul buku koleksi almarhum kepada FAH.

Peresmian perpustakaan tersebut dihadiri langsung istri Almarhum Cak Nur, Omi Komariah Madjid beserta anak-anaknya. Sedang diskusi sendiri menghadirkan sejumlah narasumber yang dikenal dekat dengan almarhum Cak Nur, yakni Guru Besar UIN Jakarta Prof. Dr. Azyumardi Azra CBE MA dan Kepala Unit Kerja Pancasila sekaligus Anggota Dewan Pembina NCMS Dr. Yudi Latif MA dipandu Direktur NCMS Muhammad Wahyuni Nafis.

Dalam presentasinya, Azra mengatakan, koleksi perpustakaan Cak Nur menggambarkan spesialisasi corak pemikirannya sebagai salah satu pemikir besar Islam Indonesia. Sebagai seorang pemikir Muslim, sebutnya, Cak Nur memiliki pengaruh besar dalam menyeimbangkan pemikiran keislaman di Indonesia.

Sementara Yudi melihat Nurcholis merupakan salah satu pemikir besar yang dimiliki Indonesia. Almarhum, terangnya, cukup berhasil dalam mendialogkan keislaman, kemodernan, dan keindonesiaan.

“Jika merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW, bahwa setiap kurun waktu 100 tahun akan ada orang yang tampil sebagai pembaharu di kalangan umatnya, maka Indonesia butuh 100 tahun lagi untuk memiliki seorang Cak Nur,” paparnya.

Mewakili sivitas akademi UIN Jakarta, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. Yusron Razak M.Si menyampaikan terima kasih dan apresiasi keluarga almarhum Cak Nur untuk mewakafkan seluruh koleksi bukunya ke UIN Jakarta. Terlebih, jelasnya, Cak Nur sendiri merupakan salah satu alumnus kebanggaan UIN Jakarta.

“Mudah-mudahan koleksi buku almarhum bisa dibaca para mahasiswa dan dosen UIN Jakarta,” harapnya.

Diketahui, Cak Nur menamatkan Sarjana Muda dan Sarjana Lengkap Sastra Arab, Fakultas Adab, IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (kini, UIN Jakarta) masing-masing tahun 1965 dan 1968. Setelahya, almarhum melanjutkan pendidikan doktoral bidang Falsafah dan Pemikiran Islam di Universitas Chicago, Illinois, Amerika Serikat, 1984.

Setelah menjadi Peneliti pada Lembaga Penelitian Ekonomi dan Sosial (LEKNAS-LIPI) sepanjang 1978–1984, ia diangkat menjadi Peneliti Senior LIPI antara 1984–2005. Setelah itu, ia diangkat menjadi Guru Besar, Fakultas Pasca Sarjana, IAIN Syarif Hidayatullah (1985–2005) sebelum diangkat menjadi Rektor Universitas Paramadina (1998–2005).

Selain aktif dalam kegiatan sosial, politik, pendidikan, dan keislaman, Cak Nur merupakan pemikir dengan karya produktif. Diantaranya, Khazanah Intelektual Islam; Islam, Kemoderanan dan Keindonesiaan; Islam, Doktrin dan Peradaban; Islam, Kerakyatan dan KeIndonesiaan; Pintu-pintu menuju Tuhan; Islam, Agama Kemanusiaan; dan Islam, Agama Peradaban. (farah nh/yuni nurkamaliah/zm)

Share This