Auditorium SPs, BERITA UIN Online— Dunia pendidikan tinggi Jepang mulai melirik studi tasawuf secara lebih intensif dengan mendirikan Kenan Rifai Center for Sufi Studies pada Graduate School of Asian and African Area Studies, Kyoto University, Jepang sejak 2016 lalu. Keberadaan pusat studi Sufi ini diharap dapat membangun pemahaman lebih akurat tentang Islam baik di kalangan publik Jepang dan masyarakat global lainnya.

Demikian disampaikan Profesor Tonaga Yasushi saat menyampaikan paparannya dalam International Graduate Seminar on Sufism in Southeast Asia di Auditorium Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta, Senin (17/02/2020). Menurutnya, pendirian pusat studi tasawuf ini melengkapi perhatian dunia pendidikan tinggi Jepang terhadap Islam setelah sebelumnya membuka Center for Islamic Area Studies di departemen dan universitas yang sama.

Pusat kajian wilayah keislaman di bawah Graduate School of Asian and African Area Studies sendiri dibuka sejak 2006 lalu. “Lalu di 2016, kami mendirikan Kenan Rifai Center for Sufi Studies sebagai pusat studi pertama tentang tasawuf di Jepang,” ungkap Tonaga yang dipercaya menjadi direktur Kenan Rifai Center for Sufi Studies ini.

Pendirian pusat studi ini, sambungnya, tidak lepas dari dukungan universitas dan lembaga pengembangan sufisme di dunia Islam seperti Institute for Sufi Studies pada Üsküdar University dan Kerim Foundation Istanbul. Secara umum. Pusat studi ini bertujuan mengembangkan riset universitas tentang Islam, Timur Tengah, maupun dunia Islam sendiri.

“Ini juga untuk mendorong pemahaman secara lebih akurat tentang Islam di Jepang dengan mempromosikan riset mistisisme Islam,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Tonaga juga menyampaikan harapannya bisa membangun kerjasama riset tentang sufisme dan berbagai disiplin keislaman lainnya dengan UIN Jakarta. Sebagai lembaga pendidikan tinggi di negara mayoritas Muslim dan tradisi kesarjanaan Islam yang kuat, UIN Jakarta dinilai Tonaga sebagai mitra penting dalam memperkuat studi sufisme di lingkungan pendidikan tinggi Jepang.

Menanggapi itu, Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Hj. Amany Lubis mengapresiasi positif perhatian dunia pendidikan tinggi Jepang terhadap dimensi mistik Islam. Menurutnya, perhatian ini lebih mempererat kerja intelektual antara dunia pendidikan tinggi Jepang dan Indonesia dimana sebelumnya sarjana asal Jepang, Professor Sachiko Murata, telah memulai kajian serius atas dimensi mistik Islam ini.

Berbagai karya akademik hasil riset Sachiko Murata, singgung Rektor, cukup populer dengan menjadi salahsatu bacaan wajib di kalangan mahasiswa perguruan tinggi Islam Indonesia. Beberapa diantaranya The Tao of Islam yang menjadi rujukan utama tentang relasi gender dalam pemikiran Islam, The Vision of Islam, maupun berbagai karya lainnya.

“Harapan kami, perhatian ini bisa menjadi fondasi penting dalam membangun pemahaman yang sama dunia pendidikan tinggi Jepang-Indonesia dalam mengembangkan riset-riset keislaman,” harapnya. (ccp/zm)

Share This